Terhukum dan malu. Itulah kondisi McLaren setelah mereka terbukti mencuri data milik pesaing mereka, Ferrari. Meski poin pembalap mereka tidak dihapus, tim asal Inggris itu tak berhak memperoleh sebiji pun nilai yang mereka kumpulkan selaku konstruktor.
Kemenangan Lewis Hamilton dan ditambah peringkat lima yang dihuni Heikki Kovalainen di GP Australia, Minggu (16/3/2008) adalah cara sempurna bagi The Silver Arrows meninggalkan luka masa lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah cukup senang dengan hasil gemilang yang didapat Hamilton, apalagi diraih dengan cara tanpa cacat, Dennis masih menyayangkan kegagalan Kovalainen menyabet podium kedua.
"Sangat mengecewakan tidak meraih peringkat dua. Safety car membuat kami sedikit tersendat," sambung pria kelahiran 60 tahun lalu tersebut.
Saat sedang menang, semua memang tampak indah. Aturan ini juga berlaku bagi Dennis. Tanpa tedeng aling-aling lelaki Inggris itu melontarkan pujian bagi dua pembalapnya dan juga mobilnya.
"Heikki melakukan pekerjaan yang luar biasa, tapi itu juga sebuah cara mengemudi yang sangat indah dari Lewis. Balapan yang sangat disiplin. Kami sangat bahagia dengan kompetitifnya mobil-mobil kami," serunya.
(arp/key)











































