Demikian hasil penyelidikan yang dilakukan tekhnisi Ferrari menyusul hasil buruk yang mereka dapat di GP Australia akhir pekan lalu. Dalam penyelidikan tersebut tak ditemukan masalah pada mesin yang kemudian membuat Felipe Massa dan Kimi Raikkonen mengalami masalah mesin dan gagal menyelesaikan lomba.
Diberitakan F1Live, Rabu (20/3/2008), Ferrari mencium indikasi kalau kalau kerusakan yang terjadi pada dua mobilnya terkait dengan keberadaan ECU. Masalah tekanan bahan bakar yang mengganggu Kimi di sesi kualifikasi juga diduga berasal dari sumber yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau kemudian kasus ini mengundang kontroversi adalah kenyataan bahwa ECU merupakan produksi bersama Microsoft bersama McLaren Technology. Meski tidak sama dengan McLaren Automotive, induk dari tim McLaren Mercedes, ide penggunaan ECU semula sempat dikritik karena dianggap akan menguntungkan tim tertentu.
"Hal ini bisa terjadi jika Anda bekerja dengan sesuatu yang tidak Anda ketahui sama sekali. Sekarang kami tahu kalau ada masalah dan bisa kami pastikan itu tak akan terulang lagi," ungkap seorang jurubicara Ferrari.
Sementara itu team pricipal Stefano Domenical juga mengindikasikan kalau ECU adalah pangkal masalah dari kegagalan Ferrari di Australia, meski dia belum mau menarik kesimpulan sebelum didapat hasil yang pasti.
"Kami harus menemukan (masalahnya) dengan pasti terlebih dahulu," ungkap Domenical. (din/arp)











































