Pada musim pertama digelarnya GP Bahrain tahun 2004, Raikkonen tak mampu bicara banyak dan harus retired. Di musim-musim setelahnya, pembalap Ferrari itu mampu unjuk gigi walaupun torehannya tak pernah bisa melewati posisi tiga.
Bisa jadi didorong oleh rasa penasaran, tekad untuk menaklukkan sirkuit Sakhir sebagai pembalap tercepat pun menggelayuti Raikkonen. Usai menjuarai GP Malaysia lalu, optimisme pembalap Ferrari itu membubung dan siap melibas Sakhir sebagai "korban" berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semestinya kami jelas memiliki kecepatan yang cukup dalam bertarung untuk berebut tempat teratas di Bahrain (nanti). Saya punya sentuhan yang bagus dengan sirkuit itu dan secara tradisional Ferrari juga tangguh di sana," lanjut pembalap yang berusia 28 tahun tersebut.
Bersama Toyota, "Tim Kuda Jingkrak" sempat melakukan sesi ujicoba pra-musim di Bahrain. Hasil bagus dicatatkan Raikkonen yang mampu mengalahkan catatan waktu pole musim lalu di sana. Meski begitu, dia tak ingin menyebut timnya punya keuntungan besar dari tim lain.
"Kami sudah meningkatkan (performa) mobil usai tes Bahrain, jadi akan lebih baik di sana nanti. Namun para pesaing tak tertinggal jauh. Semua tim tahu tempatnya, itu yang pasti. Ujicoba Februari berjalan sangat baik musim ini dan saya sangat menantikan membalap di Bahrain lagi dan mencoba menang," demikian dia.
(krs/key)











































