Dalam balapan yang dihelat di Sirkuit Sakhir, Minggu (6/4/2008) tersebut, Massa tampil sangat dominan. Menempati posisi start kedua, pemuda asal Brasil itu sudah mengambil alih pimpinan lomba dari pole sitter, Robert Kubica, di tikungan pertama. Hingga finis, posisi terdepan Massa relatif tak terganggu.
Hasil ini menghapus capaian buruk yang didapat Massa di dua seri sebelumnya, GP Australia dan GP Malaysia. Baik di Australia maupun Malaysia, Massa gagal menyentuh garis finis. Akibatnya, ia pun masih nihil poin hingga sebelum GP Bahrain dimulai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Akibat dua hasil buruk tersebut, posisi Massa di Ferrari sempat dipertanyakan. Kursi Massa, yang bergabung ke The Prancing Horse tahun 2006, bahkan sempat diisukan akan diambil oleh Fernando Alonso (Renault).
Rasa syukur terdengar jelas dari ucapan Massa saat konferensi pers. "Secara pasti, saya tidak mendapat pekan-pekan yang mudah belakangan ini. Tapi itulah hidup," girang Massa seperti dikutip ITV.
"Anda selalu akan mengalami hari buruk dalam hidup. Saya mengalami dua hari buruk dalam dua balapan. Ini bukan yang pertama kali dan tidak akan jadi yang terakhir," ucap pembalap berusia 26 tahun itu setengah berfilosofi.
Massa sedikit membuka tipsnya memenangi balapan yang berlangsung selama 57 lap di atas sirkuit sepanjang 5.412 meter tersebut. Rahasianya adalah dengan tekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan di dua seri lalu.
"Balapan ini cukup sulit. Saya tidak ingin membuat kesalahan. Saya menghabiskan waktu untuk memikirkan apa yang terjadi di balapan terakhir. Kini yang ada di pikiran saya adalah kemenangan," tuntas Massa.
(arp/a2s)











































