Bukan Hamilton, tapi McLaren yang Bermasalah

Bukan Hamilton, tapi McLaren yang Bermasalah

- Sport
Senin, 14 Apr 2008 15:12 WIB
Bukan Hamilton, tapi McLaren yang Bermasalah
Jakarta - Lewis Hamilton menjadi sorotan menyusul hasil buruk yang dia dapat awal musim ini. Padahal performa Hamilton cukup baik, yang buruk justru MP4-23 milik McLaren.

Mengawali musim dengan sangat baik setelah menjadi juara di Australia, Hamiton meraih hasil mengecewakan di dua seri selanjutnya. Setelah cuma finish di posisi lima GP Malaysia, di Bahrain dia tak mendapat poin karena cuma mampu menyelesaikan balapan di urutan 13.

Pembalap Inggris itupun kemudian mendapat kritikan tajam dari mantan juara dunia F1, Niki Lauda. Dasarnya cukup kuat karena hasil buruk di Malaysia didapat menyusul penalti lima grid akibat insiden di sesi kualifikasi, sementara di Bahrain dia membuat kesalahan saat "mencium" bagian belakang mobil Fernando Alonso.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi pesaing terberat Hamilton musim lalu, Kimi Raikkonen, tak sepakat kalau Hamilton dikatakan tengah dalam grafik menurun. Menurutnya, hasil buruk yang diraih Hamilton lebih karena performa MP4-23 masih belum memuskan.

"Lewis tak membuat banyak kesalahan tahun lalu. Tahun ini mereka tidak dalam posisi yang bagus karena mobilnya," ungkap Kimi seperti diberitakan Crash.

Disebut sang juara dunia, paket mobil yang buruk membuat pembalap justru tampil lebih memaksakan diri karena merasa tak bisa memaksimalkan kendaraannya. Inilah yang kemudian berbuntut terjadinya beberapa kesalahan yang tentunya berbuntut kerugian besar.

"Mungkin akan lebih sulit saat Anda tak mendapat paket yang bagus dan Anda terus dan terus berusaha, terutama saat balapan setelah di sesi kualifikasi Anda tak mendapat hasil bagus," lanjut Kimi.

Soal perjuangannya di awal musim ini, "Si Manusia Es" mengaku tengah menapaki jalan yang lebih mulus. Jika musim lalu langkahnya sangat tersendat, saat ini puncak klasemen sudah dimiliki saat balapan baru memasuki seri ketiga.

"Setelah tiga balapan saya memimpin klasemen, padahal tahun lalu setelah tiga seri saya belum mampu melakukannya. Jelas saya sangat gembira... Sekarang semuanya lebih mudah karena mereka (teknisi Ferrari) tahu apa yang saya inginkan dan saya tahu apa yang mereka inginkan. Semuanya lebih lancar, segalanya terus berkembang," pungkas pembalap 28 tahun itu. (din/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads