Desain 'hidung bolong' ini pertama kali diperkenalkan Ferrari dalam sebuah tes di Barcelona awal bulan ini. Rancangan itu kemudian dipakai di GP Spanyol yang baru usai, dengan hasil finis 1-2.
Meski terbukti menangguk sukses, team principal Ferrari Stefano Domenicali memberi tanda bahwa timnya mungkin akan memakai desain lama di sirkuit-sirkuit yang sangat cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam teori, sirkuit dengan kecepatan sedang seperti Catalunya adalah tempat di mana kami bisa benar-benar memakainya. Di sirkuit super cepat, kami ragu. Kami harus mengevaluasinya," tandas Domenicali.
(arp/ian)










































