Diberitakan AFP, Selasa (6/5/2008), saat tim-tim lain mulai mempersiapkan berbagai perlengkapan untuk menjalani GP Turki, nasib tim Super Aguri justru terkatung-katung. Beberapa truk dan motorhome yang membawa segala perlengkapan tim asal Jepang itu terpaksa parkir di luar area Sirkuit Istambul Park akibat dilarang masuk.
"Saya tidak percaya kejadian ini nyata, (tapi) mereka tak bisa memasuki sirkuit. Saya tak tahu apa yang terjadi. saya tak tahu alasan kenapa tim saya yang bisa membalap di GP Spanyol kini tak diakui," seru Bos Super Aguri, Aguri Suzuki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar baik sempat mendatangi Super Aguri setelah Magma Grup berencana mengakuisisi mereka. Sayangnya tiga pekan lalu Magma justru membatalkan niatnya.
Akhir pekan lalu Super Aguri sempat mengumumkan kalau mereka berencana mengadakan pertemuan dengan Honda yang selama ini menyokong kehidupan mereka untuk membicaran sebuah paket bantuan yang ditawarkan perusahan otomotif Jerman, Weigl Group. Sayangnya sebelum pertemuan itu terlaksana mereka kini terancam menyudahi kiprahnya di ajang balapan darat.
Kalau kemudian Super Aguri dilarang masuk Istanbul Park, itu dikabarkan karena adanya campur tangan Nick Fry yang tak lain merupakan Presiden Eksekutif Honda. Fry dikabarkan melalukan pembicaarn dengan Bernie Ecclestone dan mengatakan kalau Super Aguri tak akan membalap di Turki, yang kemudian berujung pada keluarnya larangan tersebut.
Honda yang kini menjadi penyedia mesin Super Aguri dan ikut membari bantuan teknis juga dikabarkan telah memberikan suntikan dana untuk membantu Super Aguri tampil di Spanyol dua pekan lalu. Padahal dalam sebuah kesempatan Fry sempat berucap kalau dia tidak ingin Super Aguri terus menerus "menggerogoti" sumber daya tim Honda.
"Honda sudah memberi Super Aguri setiap dukungan yang sangat berharga dan lebih dari yang seharusnya. Kami mencoba membantu sebisa mungkin dan Honda tak pernah berniat untuk mendanai dua tim F1. Kami sudah jauh melewati apa yang direncanakan (terhadap Suprr Aguri). Sekarang mereka harus mencari uang," ungkap Fry di Barcelona. (din/krs)











































