Tuduhan Fry terlibat dalam upaya mendepak Super Aguri dari lintasan F1 dilontarkan Aguri Suzuki saat secara resmi mengumumkan pengunduran diri timnya dari ajang balapan jet darat.
"Saya tidak mengerti kenapa Fry mendadak sering mengomentari banyak hal. Honda adalah pendukung kami dam dia (Fry) bukan CEO Honda. Saya tak tertarik dengan apapun yang dilakukan Nick Fry dan saya tak tahu apa yang sudah dia bicarakan," ungkap Suzuki beberapa hari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapat tuduhan seperti itu Fry dengan tegas membatahnya. Meski begitu dia bersikukuh dengan pendapat bahwa tim asal Jepang itu memang sudah tak mungkin diselamatkan.
"Saya pikir itu sungguh tidak realistis. Realitasnnya, saat Anda memasuki balapan grand prix, Anda harus melihat jangka menengah dan jangka panjang, begitu juga jangka pendek. Fakta yang dihadapi Super Aguri, kami mencari partner serius untuk jangka panjang dan itu butuh sumberdaya yang substansial. Sesuatu yang kami harap datang dari kesepakatan dengan Magma/DIC, tapi sayangnya tidak terjadi," terang Fry seperti diberitakan Autosport.
Soal pembicaraan dengan Bernie Ecclestone yang kemudian disebut-sebut berbuntut dilarangnya truk Supr Aguri masuk Istanbul Park, Fry juga menolaknya.
"Bernie mendapat informasi dengan lengkap tentang apa yang sesungguhnya terjadi dari awal, itu yang seharusnya Anda harapkan dari seseorang yang menggelar seluruh event. Saya pikir sangat akan sangat lancang menyebut saya memiliki kendali soal siapa yang boleh dan tidak memasuki pit," pungkas Fry. (din/din)











































