Musim lalu Webber hanya mampu mengais sepuluh poin sepanjang musim. Tak hanya itu, Red Bull RB3 yang dikemudikannya malah harus retire sebanyak tujuh kali.
Hal tersebut cukup kontras dengan musim ini. Dari empat seri awal, Webber bahkan sudah mengemas delapan angka. Hal ini membuat pembalap Australia tersebut yakin dengan potensi timnya dan berniat memperpanjang kontrak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang saya suka tentang tim ini adalah saya dipekerjakan untuk mengemudikan mobil, dan jika saya harus melakukan track day atau PR (public relation) day maka saya lebih suka melewatinya --daripada harus bicara dengan orang-orang yang tak ingin melihat saya dan juga tak mau saya temui. Ini luar biasa," imbuh pembalap berusia 31 tahun itu.
Selain kebebasan yang disediakan oleh timnya itu, performanya yang menanjak musim ini pun memberikannya motivasi berlebih. Sempat retire di seri pertama, Webber finis di posisi tujuh (dua kali) dan lima pada seri berikutnya secara berturut-turut, untuk menempati posisi delapan klasemen pembalap sementara ini.
"Saya selalu bilang takkan ada selamanya untuk bertarung di posisi 12, 13 atau 14. Saya akan melakukan yang lain. Saya tak berminat melakukannya lagi dan saat ini saya sangat termotivasi untuk bangkit dan terus mendulang poin, (bersaing) di sisi Fernando (Alonso), dan bertarung seperti di Barcelona."
"Ketika Anda selalu tertinggal di belakang setiap pekan dan itu selalu berat, maka saya lebih baik mengendari sepeda gunung bersama anjing saya," tandas dia.
(krs/krs)











































