Demikian fakta sekaligus tantangan yang tersaji di hadapan kubu Ferrari jelang digelarnya seri keenam musim ini. Pembalap berbaju merah yang terakhir berada di podium tertinggi adalah Michael Schumacher saat menjadi juara tahun 2001 silam.
Justru McLaren Mercedes yang terbilang lebih dominan di sana dengan tiga kali mencatatkan pembalapnya di posisi terdepan melalui David Coulthard (2002), Kimi Raikkonen (2005) dan Fernando Alonso tahun lalu. Sejak 2001 Williams juga sempat menempatkan Juan Pablo Montoya sebagai juara (2003) serta dua tahun lainnya dimenangkan Renault melalui Jarno Trulli dan Fernando Alonso (2006).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk enam musim (sejak 2001) Ferrari adalah mobil tercepat di sana, tapi itu belum cukup untuk menang. Faktanya, bahkan saat kami mampu sangat mendominasi musim, seperti tahun 2002 dan 2004, kami juga tak mampu berada di posisi teratas," ungkap Direktur F1 Ferrari, Stefano Domenicali di F1Live.
Sementara itu Felippe Massa sendiri justru mengakui kalau GP Monaco bukan merupakan sirkuit favoritnya. Kalau bisa memilih, penghuni posisi dua klasemen sementara itu lebih suka menjadi kampiun di sirkuit berkarakteristik cepat, seperti yang didapatny di Istanbul Park pekan lalu.
"Dari sisi kenikmatan mengendarai mobil, saya lebih memilih tempat seperti Turki, Bahrain dan Barcelona contohnya. Tapi itu bukan berarti kami tak bisa tampil meyakinkan di sana," ungkap Massa.
Kesempatan buat McLaren?
(din/ian)











































