Sejak sesi free practice I yang digelar pada hari Jumat (18/7/2008), Hamilton sudah menunjukkan kehebatannya. Ia berhasil menjadi pembalap tercepat di sesi tersebut, yang kemudian ia lakukan lagi pada sesi free practice II.
Ia memang gagal menjadi pembalap tercepat pada free practice terakhir. Namun, hal itu tak membuat McLaren kehilangan senyum, karena saat itu giliran Heikki Kovalainen yang menjadi pembalap tercepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada satu kejadian menarik pada balapan itu. Ketika safety car masuk lintasan--menyusul kecelakaan yang terjadi pada Timo Glock--mayoritas pembalap masuk pit untuk mengisi bahan bakar. Tetapi, Hamilton tak melakukannya. Ia diperintahkan timnya tetap berada di lintasan untuk kemudian masuk pit di saat lomba mendekati akhir.
"Tim memberikan saya pilihan untuk tetap berada di lintasan. Saya pikir mereka mengira bahwa saya pasti bisa melebarkan jarak lagi setelahnya. Namun, saya butuh gap hingga 23 detik untuk itu dan balapan hanya tersisa sekitar tujuh lap," tandasnya seperti dilansir Autosport.
"Saya bilang 'Kamu yakin akan hal ini?' Tetapi kami pasti memiliki pendapat untuk beberapa hal dan membuat keputusan. Dan, sangat jelas, kami akan belajar dari hal ini dan melangkah ke balapan selanjutnya."
"Namun, kami memiliki mobil terbaik dan tercepat akhir pekan ini, dan kami akhirnya keluar sebagai juara. Itu semua berkat kerja keras dari semua orang. Tim ini sangat fantastis, mereka telah melakukan sebuah pekerjaan yang sangat fenomenal," tandasnya.
(roz/krs)










































