Saat Lewis Hamilton menjadi juara dan Heikki Kovalainen finis di posisi lima pada GP Jerman, duo Ferrari cuma bisa mengakhiri balapan di urutan tiga dan enam. Keberhasilan Hamilton menjadi juara meski sempat salah strategi pit stop menunjukkan kalau MP4-23 sudah mengalahkan F2008 dalam hal kecepatan.
Hasil tersebut membuat Kimi Raikkonen tertinggal tujuh poin dari Hamilton. Sang juara dunia mengakui kalau kondisi yang dialaminya kini adalah kemunduran, meski begitu dia meminta seluruh kru Ferrari tidak panik dengan kemajuan yang diraih McLaren.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyusul kegagalan menjadi juara di Hockenheim, Kimi sudah enam tak naik podium tertinggi dalam enam seri secara beruntun. Kondisi yang bisa mengkhawatirkan mengingat Hamilton dan Felipe Massa punya penampilan yang lebih stabil.
"Hasrat untuk menang belum menurun sama sekali: tahun lalu saya sempat menjalani enam balapan tanpa pernah menang dan situasi yang sama terjadi tahun ini. Mari berharap tujuh adalah angka keberuntungan saya lagi dan saya bisa kembali meraih sukses," lanjut Kimi.
"Si Manusia Es" boleh saja menyebut Ferrari belum layak panik menyusul hasil tak memuaskan yang mereka raih. Namun Team Principal Stefano Domenicali kemarin meminta timnya melakukan evaluasi total. Bagaimana hasil evaluasi tersebut baru akan diketahui di Hungaroring pada 3 Agustus mendatang. (din/roz)











































