Menanti Senna Membalap Lagi

Menanti Senna Membalap Lagi

- Sport
Selasa, 05 Agu 2008 12:35 WIB
Menanti Senna Membalap Lagi
Jakarta - Sudah 14 tahun berselang sejak pembalap legendaris F1, Ayrton Senna, tutup usia. Tapi musim depan nama trah Senna bisa kembali hadir di arena "jet darat".

Ayrton tewas di kejuaraan F1 musim 1994. Saat bertarung pada seri GP San Marino di Imola, juara dunia tiga kali itu menghantam tembok dan kemudian tewas.

Saat ini, ada nama Senna lainnya yang tengah menekuni balapan GP2. Dia adalah Bruno Senna, keponakan dari mendiang Ayrton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Performanya di arena yang pernah dimenangi Lewis Hamilton tahun 2006 tersebut dikabarkan menarik minat sejumlah tim F1. Dengan menyisakan enam balapan --tiga feature dan tiga sprint--, Bruno berada di posisi dua klasemen sementara, tertinggal tujuh angka dari pemuncak klasemen.

Salah satu tim yang dihubungkan dengan Bruno adalah tim yunior Red Bull, Scuderia Toro Rosso. Apalagi satu kursi STR musim depan dipastikan lowong usai Sebastian Vettel dikonfirmasi pindah ke Red Bull. Faktor lain yang mengencangkan spekulasi tersebut adalah keberadaan Gerhard Berger --mantan rekan Ayrton di McLaren yang teryata juga jadi pembimbing buat Bruno-- sebagai co-owner STR.

"Saya menjalankan tim lewat rekanan dengan Red Bull dan tidak seharusnya mencampurkan masalah pribadi dengan bisnis. Tapi jika Bruno jadi kandidat terbaik, maka saya akan mendiskusikannya. Jika dia jadi juara GP2, tak peduli siapa namanya," tukas Berger seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (5/8/2007).

Meski saat ini tengah mencuri perhatian, Bruno yang berusia 24 tahun itu sebenarnya sempat berhenti membalap. Ketika pamannya tewas di lintasan 14 tahun lalu, kakek Bruno melarang seluruh anggota keluarganya terlibat dalam dunia balapan.

Barulah saat Bruno menginjak usia 20 tahun sang ibu, Viviane, mendatangi Berger yang dikenal sebagai teman baik keluarga Senna. "Dia (Viviane) ingin saya melihat apa dia (Bruno) sudah menjalani alur yang tepat dan saya memutuskan membantu."

Pada tahun 2005, Bruno akhirnya menjajal Formula BMW dan Formula Renault sebelum hijrah ke F3 pada tahun 2006. Pada tahun 2007 dia mulai membalap di ajang GP2 dan mengakhiri musim pertamanya di posisi delapan klasemen. Saat ini, peluang menjuarai GP2 membayangi Bruno.

"Kecepatannya jelas, tapi dia juga luar biasa berbakat. Mengendarai mobil hanya menggunakan sejumlah kecil dari kapasitas mentalnya dan itu adalah tipikal sosok-sosok hebat," puji Team Principal iSport tempat Bruno bernaung.

Komentar luar biasa positif juga diucapkan Berger. "Dia mengingatkan saya akan Ayrton. Dia cepat tanggap, cepat dalam berpikir."

Pujian bahkan pernah dilontarkan mendiang Ayrton sebelum meninggal. "Kalau kamu pikir saya hebat, tunggu saja sampai kamu melihat kemenakan saya."

Sayangnya dunia masih harus menanti apakah Bruno akan benar-benar berlaga di arena F1 musim depan dan kemudian mampu mengibarkan tinggi-tinggi nama trah Senna sekali lagi.

(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads