Hanya tiga lap sebelum memastikan dirinya menjadi pemenang, Massa mengalami nasib sial saat F2008 miliknya mengeluarkan asap tebal berwarna putih sebelum akhirnya berhenti melaju. Start fantastis dan penampilan menjanjikan yang dia pertujukkan sepanjang balapan GP Hongaria pun sirna.
Meski gagal finish, apa yang diraih Massa akhir pekan lalu bisa menjadi sebuah pertanda kebangkitan Ferrari. Kalau bukan karena nasib sial, "Tim Kuda Jingkrak" akan kembali meraih kemenangan yang terakhir mereka rengkuh di Prancis empat balapan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil di tikungan pertama membuat orang berpikir Massa berada di depan dan siapa di belakang. Tapi kami mengubah strategi pengisian bahan bakar, untuk memastikan kami masuk pit di kesempatan kedua setelah dirinya yang membuat kami bisa menjaga jarak dan mencoba menyalipnya di pit stop terakhir," kilah Dennis.
Meski belum merasa Ferrari tengah menapaki kebangkitannya, namun Dennis juga tak menutup fakta bahwa terjadi persaingan sengit yang terjadi antara mereka. Dengan tujuh balapan tersisa, peluang menjadi juara dunia masih terbuka buat siapapun.
"Kepercayaan diri adalah kelemahan, Anda harus berkonsentrasi ke setiap balapan. Tak diragukan lagi kalau kami sangat kompetitif untuk pertarungan menjadi juara dunia dan itu akan menjadi pertarungan yang sengit antara kami dengan Ferrari," pungkas Dennis. (din/key)











































