Hati-hati Reliabilitas, Ferrari

Jelang GP Eropa

Hati-hati Reliabilitas, Ferrari

- Sport
Kamis, 21 Agu 2008 14:06 WIB
Hati-hati Reliabilitas, Ferrari
Valencia - Kalau bukan karena masalah reliabilitas, Felippe Massa adalah juara di GP Hongaria tiga pekan lalu. Jelang balapan di sirkuit baru, masalah serupa bisa jadi ancaman serius.

Memulai balapan dengan gemilang, Massa nyaris menyempurnakan penampilannya di Hongaroring dengan menjadi juara. Tapi kemalangan kemudian menghampiri pembalap Brasil itu karena F2008 miliknya mendadak mengeluarkan asap putih dan berhenti melaju saat balapan tersisa tiga putaran.

Ini bukan kali pertama Ferrari terkendala masalah mesin. Di Seri pembuka, GP Australia, duo pembalap "Kuda Jingkrak" malah gagal menyelesaikan balapan karena kendala yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menghadapi seri ke-11 di Valencia akhir pekan ini, kekhawatiran serupa kembali menyeruak. Sebagai sebuah seri baru, GP Eropa bisa menjanjikan banyak kejutan karena seluruh tim tak punya data akan kondisi lintasan jalanan sepanjang 5,440 km itu.

Beberapa waktu lalu Kimi secara tak langsung juga mempertanyakan reliabilitas Ferrari di musim ini. Secara tersirat dia menyatakan kalau berbagai masalah yang dihadapi Ferrari bisa menghambat peluangnya mempertahankan gelar juara dunia.

Meski begitu Ferrari ternyata cukup optimis jelag GP Eropa akhir pekan ini. Tiga minggu jeda nampaknya dimanfaatkan dengan maksimal oleh teknisi mereka untuk melakukan beberapa pengujian demi mencari biang masalah di F2008, yang diklaim sudah terpecahkan.

"Kami yakin kegagalan yang kami alami di Budapest tak akan terulang lagi," ungkap jurubicara Ferrari pada ITV.

Walau merupakan sirkuit jalanan, GP Eropa tak identik dengan lintasan di Monaco. Jika Monaco terkenal sebagai sirkuit paling lambat dan sangat sulit melakukan overtake, maka Valencia menyuguhkan kombinasi lintasan cepat dan lambat serta beberapa lokasi yang sangat memungkinkan untuk menyalip pembalap lain.

Apapun faktanya, Ferrari jelas harus mewaspadai kondisi mobil mereka sendiri. Jika kerusakan mesin kembali menghadang salah satu pembalapnya, peluang untuk mengejar Lewis Hamilton di puncak klasemen jelas bakal makin sulit.
(din/ian)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads