Meski selisih poin di klasemen pembalap tak terpaut jauh, namun Ferrari dianggap perlu melakukan perubahan komposisi pembalap utama. Massa yang sebelumnya sering kepar jadi pelapis dinilai lebih layak dikedepankan ketimbang Kimi Raikkonen.
Selain keunggulan jumlah poin ada alasan lain yang bisa membenarkan hal itu. Alasan utamanya tentu saja penampilan Massa yang lebih stabil, padahal di saat bersamaan Kimi malah angin-anginan, meski "Si Manusia Es" harus direcoki juga dengan kerusakan mesin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan 60 poin maksimal yang masih bisa didapat musim ini, peluang Massa menyalip Lewis Hamilton di puncak klasemen jelas terbuka lebar. Tapi karena belum ada keputusan dari petinggi Ferrari terkait status pembalap nomor satu, orang Brasil itu mengaku cuma bisa berusaha maksimal.
"Keputusan itu tak ada kaitannya dengan saya. Saya hanya melakukan pekerjaan saya dengan sebaik-baiknya untuk tim dan menyerahkan sisanya pada manajemen," pungkas pembalap 27 tahun itu.
Bagaimana, Ferrari? (din/key)











































