Asa Juara & Kebangkitan Raikkonen

Jelang GP Belgia

Asa Juara & Kebangkitan Raikkonen

- Sport
Rabu, 03 Sep 2008 00:13 WIB
Asa Juara & Kebangkitan Raikkonen
Jakarta - Selama tiga musim beruntun, sirkuit Spa yang jadi tempat gelaran GP Belgia selalu dimenangi Kimi Raikkonen. Di tempat yang sama, asa juara kembali dipelihara.

Sudah lama berselang sejak Raikkonen menjejak podium satu musim ini. Kali terakhir pembalap Ferrari itu berjaya di podium tertinggi adalah bulan April lalu di Catalunya, Barcelona.

Usai hasil buruk di Valencia, Raikkonen pun berharap banyak pada GP Belgia yang menghampar di akhir pekan. Di sirkuit itu, "Ice Man" sekaligus bertekad menjadikannya momentum untuk bangkit dari performa kurang memuaskan belakangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jelas akan jadi luar biasa untuk kembali menang empat kali beruntun. Mengingat saya sudah tak memenangi balapan dalam sekian bulan, kesuksesan akan membuat saya kembali ke persaingan gelar juara usai kekecewaaan di Valencia," ucapnya kepada situs resmi Ferrari yang dilansir Autosport.

Hasil maksimal juga dibidiknya guna membungkam kritik yang saat ini banyak mendera, termasuk menjawab keraguan mengenai motivasinya berkompetisi di lintasan F1.

"Terlibat dalam sedemikian banyak kisah negatif memang memalukan, tapi hal sepert itu terjadi. Ini bukan untuk kali pertama dan mungkin bukan yang terakhir dalam karir saya. Anda hanya harus mengetahui bagaimana mengatasi situasi tersebut."

"Saat saya di sekolah, tidak pernah menyenangkan kembali ke rumah dengan nilai buruk. Satu-satunya hal yang bisa Anda lakukan hanyalah bekerja lebih keras untuk yang berikutnya. Hari ini yang bisa saya lakukan adalah bereaksi dalam situasi negatif tersebut," tegas Raikkonen.

Jawaban terbaik tentu saja adalah dengan memperpanjang rentetan kemenangan di Spa. Dengan begitu, kritik terjawab dan Raikkonen pun bakal kembali menajamkan persaingan.

"Tahun lalu kami mampu mencari pengaturan mobil yang bagus di paruh kedua musim dan kami memenangi beberapa balapan. Kami harus melakukan hal yang sama saat ini, karena kami harus memangkas selisih di klasemen. Itu tidak mustahil: 13 poin memang banyak, tapi tahun lalu saya tertinggal 17 poin di belakang pimpinan klasemen dengan dua balapan tersisa," demikian dia.
(krs/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads