Thomas & Uber Gagal, PB PBSI Harus Dirombak

Thomas & Uber Gagal, PB PBSI Harus Dirombak

Rengga Sancaya - Sport
Senin, 28 Mei 2012 19:27 WIB

- Mantan atlet bulutangkis lintas generasi menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam atas kegagalan tim Thomas dan Uber Indonesia dalam putaran final di Wuhan, China. Kegagalan menembus semifinal ini merupakan sejarah terburuk perbultangkisan Indonesia. Hal ini disampaikan dalam gerakan moral mantan atlet bulutangkis di Jakarta, Senin (28/05).

Mantan pemain legenda bulutangkis Indonesia Rudy Hartono (kiri), menyatakan bahwa PB PBSI harus dirombak total. Pengurus-pengurusnya, termasuk Ketua Umum Djoko Santoso, harus mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Ketika tim Piala Thomas dan Uber Indonesia gagal total di Wuhan, China, pengurus PB PBSI berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh. Tapi janji itu dianggap basi.
Mantan atlet lintas generasi menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam atas kegagalan tim bulutangkis Thomas dan Uber Indonesia dalam putaran final di Wuhan China.
Kritikan keras juga disampaikan oleh mantan ratu badminton tunggal putri, Susi Susanti. Dengan masa waktu kepengurusan yang tersisa, PBSI harus bisa mengembalikan kewenangan setiap bidang sesuai tugas pokok dan fungsinya.
Thomas & Uber Gagal, PB PBSI Harus Dirombak
Thomas & Uber Gagal, PB PBSI Harus Dirombak
Thomas & Uber Gagal, PB PBSI Harus Dirombak
Thomas & Uber Gagal, PB PBSI Harus Dirombak
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads