Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus

dok. PB Djarum - Sport
Senin, 05 Sep 2016 08:08 WIB

Kudus - Karena bulutangkis adalah salah satu olahraga utama masyarakat Indonesia, maka bibit-bibit unggulnya harus terus dicari dan pembinaannya senantiasa dilakukan.

Bertempat di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, PB Djarum menggelar Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangis 2016 pada 2-4 September. Pesertanya adalah para pemenang audisi umum yang digelar di sembilan kota sejak pertengahan Februari lalu. (Foto: dok. PB Djarum)

Ini adalah 18 peserta yang lolos ke final audisi sebagai pemegang tiket super. Sebanyak 153 anak tampil di Kudus setelah melewati audisi umum di sembilan kota yang diikuti lebih dari 4.000 peserta, untuk kelompok umur 13, 14, dan 15. (Foto: dok. PB Djarum)

Audisi beasiswa bulutangkis ini melibatkan para pelatih dan pemandu bakat dari PB Djarum. Tampak manajer PB Djarum, Fung Permadi, memberi pengarahan pada hari pembukaan, Jumat 2 September 2016. (Foto: dok. PB Djarum)

Aksi seorang peserta final audisi beasiswa bulutangkis PD Jarum. (Foto: dok. PB Djarum)

Parade peserta final audisi dari berbagai daerah pada upacara pembukaan, Jumat 2 September 2016. (Foto: dok. PB Djarum)

Liliyana Natsir dan Tontow Ahmad adalah dua dari sekian banyak pebulutangkis Indonesia yang sukses dididik oleh PB Djarum. Mengapit Chief Operating Officer of PT. Djarum dan the President Director of the Djarum Foundation, Victor Hartono, mereka diganjar bonus besar atas prestasinya menyumbangkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade 2016. (Foto: dok. PB Djarum)

Kirab Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir di Kota Kudus pada hari Kamis, 1 September 2016. Kirab diadakan oleh Djarum Foundation di kota tempat kelahiran PB Djarum, Kudus. (Foto: dok. PB Djarum)

Ini mungkin calon bintang bulutangkis Indonesia di masa depan. (Foto: dok. PB Djarum)

Memantau dari belakang lapangan, tim pelatih PB Djarum. (Foto: dok. PB Djarum)

Didampingi ibunda,Angelica Febriana Timporok dari Papua menangis terharu usai mendapatkan tiket super di final audisi PD Djarum. (Foto: dok. PB Djarum)

Ekspresi kegembiraan peserta yang dinyatakan lolos untuk menjalani masa karantina selama satu minggu di PB Djarum, (Foto: dok. PB Djarum)

Dukungan orangtua dan keluarga sangatlah penting bagi seorang anak yang sedang meniti pilihannya menjadi seorang atlet. (Foto: dok. PB Djarum)

Para pemenang final audisi selanjutnya akan mengikuti masa karantina selama sepekan, dari 5 sampai 11 September. Di fase tersebut mereka akan digembleng lebih intens oleh tim pelatih sebelum ditentukan siapa dari mereka yang akan diterima menjadi anak didik PB Djarum. (Foto: dok. PB Djarum)

Empat dari 53 peserta yang terpilih sebagai pemain-pemain terbaik pada final audisi beasiswa bulutangkis 2016 oleh PB Djarum. (Foto: dok. PB Djarum)

Inilah 53 peserta terpilih dari final audisi PB Djarum. Sebagai penerima beasiswa, peserta akan mendapatkan berbagai pelatihan dari para pelatih PB Djarum, serta memperoleh setiap fasilitas komplet mulai dari peralatan olahraga, asrama, sampai pemenuhan nutrisi dan gizi berstandar atlet profesional – secara gratis. (Foto: dok. PB Djarum)

Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus
Menjaring Owi/Butet Masa Depan di Kudus