Foto Sport

Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut

Grandyos Zafna - Sport
Rabu, 23 Mei 2018 16:05 WIB

Jakarta - Siapa yang tak mengenal Aiman Cahyadi, Pebalap Sepeda Nomor Jalan Raya terbaik nasional ini siap mengharumkan nama bangsa Indonesia di ajang Asian Games 2018.

Pebalap Sepeda nomor jalan raya ini memang Doyan Beradu Nyali Dijalan Raya, baik saat berlatih ataupun bertanding.
Aiman Cahyadi menjadi salah satu jajaran elite atlet balap sepeda nomor jalan raya Indonesia dan meraih predikat terbaik nasional.
Jatuh bangun saat berlatih ataupun tanding di kecepatan 70 kilometer per jam sudah biasa dilakoni olet atlet 24 tahun ini.
 
Tengok saja siku, lutut, dan beberapa bagian tubuh Aiman. Bekas luka di atas kulit masih terlihat jelas dengan nyata. 
Dari pengalaman yang sudah-sudah, Aiman beberapa kali jatuh setelah tersenggol lawan dalam sebuah balapan. 'Beruntung' dia jatuh di atas aspal. Kulitnya saja yang robek dan tidak sampai patah tulang.
Beruntung karena pada insiden di perlombaan balap sepeda jalan raya bisa lebih tragis. Di antaranya, senggolan dengan lawan hingga jatuh ke dalam got, tabrakan beruntun, hingga tertabrak kendaraan yang berakibat luka, patah tulang, dan tewas. 
Di balap sepeda jalan raya, risiko itu sudah menjadi paket yang harus diterima. Ya, dalam kecepatan tinggi, di atas jalanan mulus dengan pengamanan yang seideal mungkin, dan hasrat finis pertama, segala cara dilakukan.
 
Sebagai gambaran, Aiman bisa mencatatkan laju tercepat hingga 72 kilometer pada jalur landai. Di jalur turunan, bisa lebih cepat. 
Nyali itu telah membawa Aiman meraih satu medali emas SEA Games 2013 Myanmar di nomor team road race, juga juara etape Tour Selangor dan green jersey Tour Lombok dan red jersey Tour de Indonesia 2018. 
Dalam kompetisi itu, Aiman mendapatkan pengawalan tingkat tinggi. Bagaimana jika bersepeda di jalanan umum tanpa pengamanan yang sebenarnya dilarang oleh klubnya saat ini, Sapura Cycling Team.
Tak ada bedanya, Aiman tetap rileks kala harus berlatih sendiri tanpa pengawalan saat tinggal di kediaman mertuanya di Ciawi. Setiap pukul 06.00 WIB dia mulai mengayuh dari rumah hingga KM 0 Sentul. 
Risiko itu diredam Aiman dengan membawa telepon genggam dan selalu lebih berhati-hati saat menemui perempatan. Sedikit kekhawatiran jika ada pihak lain yang kurang hati-hati. 
Aiman Cahyadi berpose dengan sepeda balap saat wawancara one on one dengan detikcom.
Aiman beristirahat disela-sela latihannya.
Baik dijalanan turunan ataupun tanjakan, Aiman terus mengayuh sepedanya dengan cepat.
Beginilah saat Aiman berlatih tak kenal henti. Ia terus berlatih demi mewujudkan cita-citanya mengharumkan nama bangsa Indonesia. 
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut
Mengenal Aiman Cahyadi Si Pemilik Kayuhan Maut