ADVERTISEMENT

Foto Sport

Gowes Syahdu ke Wayang Windu, Bandung

Ari Saputra - Sport
Jumat, 04 Mar 2022 13:10 WIB

Bandung - Wayang Windu makin populer di kalangan pesepeda. Selain tanjakan panjang yang bersahabat, pemandangannya juga spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari healing.

Pesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. Healing

Pesepeda menikmati pemandangan kebun teh di Panenjoan, Pangalengan, Bandung, akhir pekan lalu. Tidak sekedar olahraga fisik, mata dan jiwa dipastikan lebih segar melalui rute ini.

Pesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. Healing

Salah satu segmen menuju Wayang Windu, Panenjoan, Pangalengan. Tanjakan tipis kebun teh sepanjang 6,5 km dengan gradient 5 hingga 7 persen, menjadikan rute ini sangat cocok buat para pemula atau enthusiast yang hendak recovery ride.

Pesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. Healing

Pesepeda beristirahat untuk regrouping sebelum menanjak membelah kebun teh Panenjoan. Dari titik ini, perjalanan menuju Wayang Windu sekitar 6,5 km.

Pesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. Healing

Suar cahaya pagi menembus pohon bambu di jalan raya menuju Pangalengan. Jarak tempuh dari Braga, Kota Bandung menuju Wayang Windu sekitar 53 km. Pilihan pertama, pesepeda jalan raya akan melakukan pemanasan dari Braga pada 28 km pertama, kemudian menanjak pada 25 km terakhir. Pilihan kedua, kendaraan diangkut dengan kendaraan (loading) dan memulai gowes pada segmen tanjakan pada 25 km terakhir.

Pesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. Healing

Membelah kebun teh dengan arus lalu-lintas masih sepi dan tanjakan 5 sampai 7 persen menjadi olahraga cardio yang efektif untuk melatih otot jantung.

Pesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. Healing

Salah satu tanjakan letter U atau tapal kuda. Tikungan seperti ini -- bersama tanjakan letter S -- banyak ditemui sejak segmen menanjak dimulai, tepatnya dari pertigaan Pasar Banjaran menuju Wayang Windu.

Pesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. Healing

Pesepeda melintas di antara kebun teh. Cuaca sejuk dan oksigen maksimal membuat siapa saja bakal tersenyum saat melintasi perkebunan teh seperti ini.

Pesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. Healing

Pesepeda gunung (MTB) melintasi kawasan kebun teh menuju trek downhill di kawasan Wayang Windu. Wayang Windu berada di ketinggian 1.800 mdpl, atau 300 meter lebih tinggi dari Puncak Pass Bogor.

Pesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. Healing

Jalan raya Banjaran menuju Soreang terawat baik dengan aspal yang masih bersahabat untuk pesepeda road bike. Di tempat ini, oksigen maksimal dengan suhu pada kisaran 24 derajat Celcius pada siang hari memberi dampak positif bagi tubuh.

Pesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. Healing

Warga lokal menjual hasil bumi berupa petai di samping pesepeda yang melintas menuju Wayang Windu.

Wayang Windu

Pesepeda berhenti sejenak untuk melihat panorama spektakuler yang disajikan di Wayang Windu.

Wayang Windu

Sekelompok pesepeda berfoto dengan latar kebun teh Panenjoan, Wayang Windu. Biasanya, gowes di sini, waktunya lebih banyak dihabiskan untuk foto-foto content sosial media.

Gowes Syahdu ke Wayang Windu, Bandung
Gowes Syahdu ke Wayang Windu, Bandung
Gowes Syahdu ke Wayang Windu, Bandung
Gowes Syahdu ke Wayang Windu, Bandung
Gowes Syahdu ke Wayang Windu, Bandung
Gowes Syahdu ke Wayang Windu, Bandung
Gowes Syahdu ke Wayang Windu, Bandung
Gowes Syahdu ke Wayang Windu, Bandung
Gowes Syahdu ke Wayang Windu, Bandung
Gowes Syahdu ke Wayang Windu, Bandung
Gowes Syahdu ke Wayang Windu, Bandung
Gowes Syahdu ke Wayang Windu, Bandung

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT