Akrobatik di Tengah Permukiman Padat

Indosalto merupakan komunitas akrobatik yang memadukan berbagai unsur gerakan seperti salto, tumbling, tendangan akrobatik, hingga teknik dasar gimnastik. Berbekal semangat berbagi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, komunitas ini membuka ruang latihan gratis bagi anak-anak usia 5 hingga 13 tahun yang tertarik pada olahraga berbasis kelincahan dan kekuatan tubuh.
Anak perempuan dengan rambut terikat itu tampak gigih saat menjalani setiap sesi latihan. Kegigihan tersebut telah mengantarkannya menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua medali perak dalam kejuaraan kickboxing.

Meski latihan kerap menguras tenaga dan risiko cedera tak terelakkan, Yoga memastikan keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas. Ia memiliki sertifikat penanganan pertama untuk cedera ringan, sehingga latihan tetap berjalan aman dan terkontrol. Anak-anak pun tetap fokus dan serius mengikuti setiap arahan pelatih.

Karena berlatih ditengah jalan tak sedikitpun kendaraan roda dua atapun orang disekitar melintas. Latihan terhenti jika ada yang lalu lalang.

Keberadaan Indosalto menjadi harapan baru bagi anak-anak di lingkungan tersebut. Melalui latihan akrobatik, mereka tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga membuka jalan menuju mimpi yang lebih besar, mulai dari atlet profesional hingga cita-cita menjadi aktor dan profesi lainnya.

Dengan peralatan sederhana seperti matras bayi, Yoga berhasil menuntun anak-anak untuk berani unjuk kemampuan. Salah satunya adalah Karlina atau yang akrab disapa Acil.

Dari gang kecil, Indosalto membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dengan dukungan, ketekunan, dan ruang yang tepat.

Tidak hanya menjadi tempat mengajar, Indosalto juga tumbuh menjadi keluarga bagi para anggotanya. 

Tidak hanya menjadi tempat mengajar, Indosalto juga tumbuh menjadi keluarga bagi para anggotanya. Anak-anak terlihat antusias dan penuh semangat saat mengikuti latihan rutin yang digelar dua kali sehari, yakni sesi teknik pada sore hari dan latihan fisik pada malam hari. “Latihan di sini gratis. Kami ingin anak-anak punya kegiatan positif dan berani bermimpi,” ujar Yoga Adrian, pelatih sekaligus penggagas komunitas Indosalto.

Indosalto merupakan komunitas akrobatik yang memadukan berbagai unsur gerakan seperti salto, tumbling, tendangan akrobatik, hingga teknik dasar gimnastik. Berbekal semangat berbagi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, komunitas ini membuka ruang latihan gratis bagi anak-anak usia 5 hingga 13 tahun yang tertarik pada olahraga berbasis kelincahan dan kekuatan tubuh.
Anak perempuan dengan rambut terikat itu tampak gigih saat menjalani setiap sesi latihan. Kegigihan tersebut telah mengantarkannya menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua medali perak dalam kejuaraan kickboxing.
Meski latihan kerap menguras tenaga dan risiko cedera tak terelakkan, Yoga memastikan keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas. Ia memiliki sertifikat penanganan pertama untuk cedera ringan, sehingga latihan tetap berjalan aman dan terkontrol. Anak-anak pun tetap fokus dan serius mengikuti setiap arahan pelatih.
Karena berlatih ditengah jalan tak sedikitpun kendaraan roda dua atapun orang disekitar melintas. Latihan terhenti jika ada yang lalu lalang.
Keberadaan Indosalto menjadi harapan baru bagi anak-anak di lingkungan tersebut. Melalui latihan akrobatik, mereka tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga membuka jalan menuju mimpi yang lebih besar, mulai dari atlet profesional hingga cita-cita menjadi aktor dan profesi lainnya.
Dengan peralatan sederhana seperti matras bayi, Yoga berhasil menuntun anak-anak untuk berani unjuk kemampuan. Salah satunya adalah Karlina atau yang akrab disapa Acil.
Dari gang kecil, Indosalto membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dengan dukungan, ketekunan, dan ruang yang tepat.
Tidak hanya menjadi tempat mengajar, Indosalto juga tumbuh menjadi keluarga bagi para anggotanya. 
Tidak hanya menjadi tempat mengajar, Indosalto juga tumbuh menjadi keluarga bagi para anggotanya. Anak-anak terlihat antusias dan penuh semangat saat mengikuti latihan rutin yang digelar dua kali sehari, yakni sesi teknik pada sore hari dan latihan fisik pada malam hari. “Latihan di sini gratis. Kami ingin anak-anak punya kegiatan positif dan berani bermimpi,” ujar Yoga Adrian, pelatih sekaligus penggagas komunitas Indosalto.