Melestarikan Panahan Tradisional Lewat Gladhen Ageng Jemparingan 2026

Foto Sport

Melestarikan Panahan Tradisional Lewat Gladhen Ageng Jemparingan 2026

Grandyos Zafna - Sport
Minggu, 26 Jul 2026 19:32 WIB

Yogyakarta - Sebanyak 482 peserta mengikuti Gladhen Ageng Jemparingan 2026 di Klaten, Jawa Tengah, untuk melestarikan panahan tradisional bergaya Mataram.

Sejumlah peserta membidik sasaran saat mengikuti Gladhen Ageng Jemparingan 2026 di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026). Sebanyak 482 peserta dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat mengikuti ajang tersebut sebagai upaya melestarikan olahraga panahan tradisional bergaya Mataram. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/kye
Ratusan pemanah tradisional memadati arena Gladhen Ageng Jemparingan 2026 yang digelar di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026). Β ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah peserta membidik sasaran saat mengikuti Gladhen Ageng Jemparingan 2026 di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026). Sebanyak 482 peserta dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat mengikuti ajang tersebut sebagai upaya melestarikan olahraga panahan tradisional bergaya Mataram. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/kye
Ajang tahunan tersebut menjadi wadah bagi para pegiat jemparingan untuk mempertahankan sekaligus memperkenalkan olahraga panahan tradisional bergaya Mataram kepada masyarakat luas.
Β ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah peserta membidik sasaran saat mengikuti Gladhen Ageng Jemparingan 2026 di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026). Sebanyak 482 peserta dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat mengikuti ajang tersebut sebagai upaya melestarikan olahraga panahan tradisional bergaya Mataram. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/kye

Sebanyak 482 peserta dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka bergantian membidik sasaran menggunakan busur dan anak panah tradisional sesuai pakem jemparingan Mataram yang mengutamakan ketenangan, konsentrasi, serta pengendalian diri.
Β ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah peserta membidik sasaran saat mengikuti Gladhen Ageng Jemparingan 2026 di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026). Sebanyak 482 peserta dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat mengikuti ajang tersebut sebagai upaya melestarikan olahraga panahan tradisional bergaya Mataram. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/kye
Berbeda dengan panahan modern yang menitikberatkan pada akurasi dan kecepatan, jemparingan bergaya Mataram memiliki filosofi tersendiri. Pemanah umumnya membidik sasaran dalam posisi duduk bersila (jengkeng) tanpa mengandalkan bidikan langsung, sehingga keterampilan, kesabaran, dan kepekaan menjadi unsur utama dalam setiap tembakan.Β ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Melestarikan Panahan Tradisional Lewat Gladhen Ageng Jemparingan 2026
Melestarikan Panahan Tradisional Lewat Gladhen Ageng Jemparingan 2026
Melestarikan Panahan Tradisional Lewat Gladhen Ageng Jemparingan 2026
Melestarikan Panahan Tradisional Lewat Gladhen Ageng Jemparingan 2026
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads