Nama Arya Yudapandita makin melambung setelah dia meraih medali emas pertama Asian Beach Games 2008. Turun di nomor seni tunggal putra, dia mengalahkan pesilat Vietnam dan Brunei Darusalam untuk mencatatkan namanya di sejarah Asian Beach Games.
Atas keberhasilannya tersebut, remaja 19 tahun itu akan mendapat bonus Rp 100 juta. Jika banyak atlet yang kemudian menggunakan bonus untuk membeli rumah atau kendaraan, maka Arya punya keinginan yang berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bonusnya ditabung buat kuliah saja. Saya punya niat ngelanjutin di S2. Sekarang saya kuliah di Universitas Pendidikan Gianyar," sahut Arya dalam perbincangannya dengan detiksport.
Ketika disinggung soal rencana untuk menggunakan bonus tersebut sebagai modal menikah, pesilat berbobot 64 kg dengan tinggi 169 itu malah tertawa.
"Belum ada rencana tuh. Baru 19 tahun, nanti-nanti mungkin. Sekarang konsentrasi ke silat dan kuliah dulu," lanjut dia.
Tak heran jika pesilat kelahiran 20 Maret 1989 itu begitu mementingkan pendidilan. Hal tersebut terkait dengan cita-citanya untuk menjadi dosen olahraga jika sudah pensiun menekuni silat suatu saat nanti.
"Saya sekarang kuliah di Fakultas Olahraga dan Kesehatan. Kedepannya saya punya keinginan jadi dosen olahraga," ungkapnya yakin.
Dengan usia yang masih 19 tahun, peraih medali perak PON XVII lalu itu masih harus menunggu lama untuk mewujudkan mimpinya. Tapi sampai waktu itu datang, prestasi darinya selalu akan ditunggu. (din/a2s)











































