Kim Clijsters Kehilangan Ayah

Kim Clijsters Kehilangan Ayah

- Sport
Senin, 05 Jan 2009 04:05 WIB
Kim Clijsters Kehilangan Ayah
Brussels - Mantan petenis putri nomor satu dunia asal Belgia, Kim Clijsters, tengah dirundung duka. Sang ayah, Leo 'Lei' Clijsters, meninggal dunia akibat sakit kanker paru-paru.

Lei Clijsters meninggal pada hari Minggu (4/1/2009) waktu setempat. Diwartakan AFP, Clijsters senior menyerah pada sakit yang sudah lama menderanya itu dan berpulang pada usia yang relatif muda, 52 tahun.

Clijsters senior adalah seorang mantan pemain sepakbola andal di Belgia. Lahir di Oppiter pada tahun 1956, pemain berposisi bek ini cukup bergelimang prestasi saat aktif merumput.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bersama KV Mechelen, Clijsters memenangi Piala Beliga pada tahun 1987. Prestasi Eropa ditorehkan setahun kemudian dengan menjuarai Piala Winners dan Piala Super Eropa tahun 1988. Pada tahun yang sama pula, Clijsters memperoleh penghargaan sepatu emas sebagai Pemain Terbaik Divisi Satu Liga Belgia.

Tak hanya di level klub, Lei Clijsters juga berprestasi cemerlang bersama timnas Belgia. Lei mencatat 40 caps bersama De Rode Duivels serta membawa tetangga Belanda itu mencapai semifinal Piala Dunia 1986. Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1980 juga pernah ditapaki Lei.

Setelah pensiun sebagai pemain, Lei banting setir menjadi pelatih. Beberapa klub seperti Pastro Eisden, AA Gent, Lommel SK, Mechelen dan Diest pernah ditanganinya.

Lei berganti profesi lagi ketika ia memutuskan untuk memanajeri karir tenis profesional Kim. Selain menjadi petenis nomor satu pada tahun 2003, highlight karir Kim adalah ketika ia menjuarai AS Terbuka 2005.

Tahun 2007, Kim pensiun karena cedera dan Lei pun kembali ke dunia yang pernah membesarkannya, sepakbola, dengan melatih klub gurem KSK Tongeren. Beberapa hari lalu, Lei mundur dari posisinya karena sakit yang kemudian merenggut nyawanya.

(arp/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads