Ini bisa terjadi setelah Lauda bergabung dengan proyek Virgin Galactic milik Richard Branson. Virgin Galactic adalah sebuah proyek yang memungkinkan seseorang mengikuti penerbangan ke luar angkasa dengan membayar 200 ribu dolar AS (Rp 2,1 miliar) sekali jalan.
Branson, pemilik Virgin Group yang menjadi sponsor Brawn GP, mengungkapkan bahwa pembalap Brawn, Rubens Barrichello sudah mambayar biaya pendaftaran untuk mengikuti perjalanan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rubens sudah membeli tiket ke luar angkasa. Sedangkan Niki akan dilatih untuk menjadi seorang astronot yang nantinya memungkinkan dia menerbangkan orang lain ke angkasa," ujar Branson seperti dilansir Autosport.
Lauda, juara dunia F1 tahun 1975, 1977 dan 1984, sudah akrab dengan dunia aviasi. Pria Austria itu memiliki maskapai Lauda Air semenjak akhir tahun 1970-an dan pada tahun 2003 mendirikan maskapai lain bernama Niki.
Tak hanya berperan sebagai pemilik, Lauda juga memegang lisensi pilot profesional. Lelaki kelahiran 1949 itu bahkan beberapa kali menjadi pilot untuk pesawat yang dioperasikan Niki.
"Saya telah menjadi pilot profesional selama bertahun-tahun. Saya menerbangkan Boeing dan Airbus dan satu-satunya mimpi saya adalah menerbangkan wahana luar angkasa," sambut Lauda antusias.
"Saya sudah menunggu kesempatan ini, namun tampaknya itu mustahil mengingat biasanya cuma orang Amerika yang bisa. Saat saya melihat proyek ini, saya yang pertama ingin ikut serta," tandasnya.
(arp/roz)











































