China dikenal punya tim bola voli putri yang tangguh. Dua medali emas Olimpiade dan sejumlah titel juara bola voli di tingkat dunia adalah buktinya.
Akan tetapi capaian tim mereka, yang kini banyak diisi darah-darah muda, saat berlaga dalam Grand Prix Dunia di Tokyo pekan lalu justru mengecewakan. Saat itu tim putri China hanya menempati posisi lima, menyamai capaian terburuk mereka di turnamen tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka kebanyakan online setelah sebuah pertandingan atau latihan, terlalu mengurusi diri sendiri, dan tidak cukup melakukan interaksi yang dekat dan langsung," sergah Deputi Direktur bagian bola voli China, di China Daily yang dikutip Reuters.
"Beberapa pemain begadang di depan komputer dan teralihkan perhatiannya karena internet," lanjut dia seraya menambahkan bahwa hal semacam ini adalah masalah ideologis dalam generasi internet.
Cabang olahraga bola voli di China sendiri disebut-sebut sebagai salah satu yang masih sangat konservatif, bersama dengan tenis meja. Saking konservatifnya, pemain timnas putri bisa dipecat jika kedapatan berhubungan asmara dengan pemain putra.
(krs/roz)











































