Lahir di Doncaster 5 Oktober 1980, Toseland kecil langsung berkenalan dengan 'roda dua' di usia delapan tahun. Saat itu dia mulai menunjukkan minat pada motokros.
Dan dari sana bakatnya di dunia balap motor mulai terlihat. Setelah sukses di WorldΒ Supersort dan British Superbikes dia lantas menjejakkan kaki di level World Superbike (SBK) pada tahun 2001, yang mulai membuat dunia menaruh perhatian padanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun di kelas 'Para Raja', Toseland tidak mendapati prestasi yang sebagus di SBK di mana dia belum pernah naik podium sekali pun dan berada di urutan 14 pada klasemen akhir balap MotoGP di musim 2009 ini.
Meski hampir seluruh waktu dalam hidupnya dihabiskan untuk berkarir di dunia balap, Toseland berhasil mendapat gelar doktor dari Universitas Sheffield Hallam. Kok bisa?
Kondisi itu tercipta setelah pembalap yang musim depan kembali ke SBK tersebut mendapat gelar doktor kehormatan dari kampus yang berkedudukan di Yorkshire, Inggris itu. Toseland mendapatkan gelar tersebut di balai kota saat masa dua pekan perayaan kelulusan.
Dia dianggap memiliki kontribusi berarti dalam kiprahnya selama dua tahun di MotoGP dan dua gelar dunia yang diraihnya di SBK. Toseland pun merasa bangga dengan gelar kehormatan yang disematkan padanya itu.
"Bisa berada di sini dan diakui oleh kota dan Sheffield Hallam mungkin merupakan hal paling saya terima dengan kerendahan hati," tuturnya di Visordown.
"Ini merupakan kehormatan besar dan semacam kue perayaan bagi saya setelah berhasil setelah berhasil meraih dua gelar dunia dan saya harap dapat mengulanginya di tahun depan," lanjutnya. (a2s/key)











































