Ketidaksukaan Tamara kepada Button terjadi sejak tahun 2009. Saat itu, Button dinilai Tamara bertindak tidak sopan karena menjawab telepon saat sedang ia wawancarai.
"Saya sedang melakukan wawancara dengannya tahun 2009 dan dia menyelanya dengan menerima telepon di ponselnya. Menurut saya, itu tindakan yang buruk sekali," kata Tamara seperti dikutip Independent.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Tamara tidak menunjuk waktu tepatnya kapan wawancara dengan Button itu berlangsung, layak diasumsikan bahwa peristiwa itu terjadi usai Button menjadi juara dunia 2009.
Tamara melanjutkan serangannya kepada kemampuan Button sebagai pembalap. Menurut Tamara, pembalap 31 tahun itu tidak layak jadi juara sejagat.
"Saya bahkan berpikir dia layak jadi juara dunia. Tak mungkin dia bisa menjadi juara dunia tahun 2009 kalau saja para pembalap memakai mobil yang setara. Singkatnya, dia bukanlah pembalap terbaik di F1," sungut Tamara.
(arp/rin)
