Safin, yang pensiun dari tenis pada 2009 itu adalah seorang anggota dari Partai Rusia Bersatu yang dipimpin Perdana Menteri yang tengah berkuasa, Vladimir Putin. Safin memenangi satu kursi di majelis rendah Duma sebagai wakil dari Nyzhny Novgorod, daerah yang terletak 500 km dari ibukota Moskow.
Sejak pensiun, Safin bekerja untuk Federasi Tenis Rusia dan Komite Olimpiade Rusia dan belum lama membuat debutnya di turnamen ATP Champions Tour.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bisa datang dan membuat iklan disana dan sini dan berpura-pura seperti saya seorang selebriti tapi itu bukan saya," ucap Safin.
"Ini merupakan sebuah hidup baru, cara berpikir yang baru, cara melakukan hal-hal yang baru yang tidak ada hubungannya dengan tenis atau olahraga sama sekali. Tapi dua hal berbeda memiliki satu kesamaan dan itu adalah Anda membutuhkan karakter untuk melakukannya."
Sukses Safin terpilih sebagai anggota parlemen mendapat tanggapan positif dari mantan lawannya di lapangan, Pete Sampras. Ia yakin Safin akan sukses menjalani pekerjaan barunya itu.
"Dalam 20 tahun, Marat akan menjadi Presiden Rusia," ucap legenda tenis asal Amerika Serikat itu sambil bercanda.
"Marat sedang menempuh jalan yang lanjang. Dia sangat cerdas dan pandai bicara dan dia punya hubungan bagus dengan orang-orang dan itu setengah pertempuran dengan menjadi seorang politikus," puji dia.
Sepanjang karier tenisnya, Safin telah memenangi dua gelar grand slam yakni AS Terbuka pada tahun 2000 dan Australia Terbuka lima tahun kemudian dan 15 titel juara lainnya. Demikian dilansir dari ESPN.
(rin/mfi)










































