Sigi puas dengan pencapaiannya pada Nike Woman Marathon (NWM) pada 20 Oktober lalu. Meski tak finis pada urutan tiga besar banyak pelajaran berharga yang dibawa aktris dan model berusia 30 tahun itu.Β Salah satunya, dia menjadi lebih menghargai penghobi dan atlet lari Indonesia.
"Setelah berbulan-bulan berlatih di Jakarta, berlari di San Francisco terasa seperti sebuah hadiah. Udara yang segar dan pemandangan yang mengagumkan, ditambah banyak pelari membuat saya bersemangat untuk berlari," kata Sigi seperti tertuang dalam rilis kepada detiksport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah begitu dia bersyukur mendapatkan kawalan ketat menjelang keberangkatan ke San Francisco. Dia didampingi dokter spesialis cedera olahraga Rulliando dan fisioterapis berpengalaman Matias Ibo. [Baca artikel Sport Science oleh Matias Ibo di sini]
"Baru pertama kali ini saya mendapatkan prosedur seperti ini. Dengan melakukan pemeriksaan fisik dan cedera, saya dapat mengetahui kapasitas tubuh," lanjut Sigi.
"Saya bisa lebih realistis menentukan tujuan dan memahami kemampuan tubuh saya bisa seberapa jauh berlari tanpa mencederai diri sendiri," kata dia.
Keasyikan berlari itu akan ditularkan Sigi kepada anggota keluarga. "Saya beruntung bisa melakukan maraton secara penuh dan merayakannya. Saya pasti akan berlari di NWM lagi, mungkin dengan putri saya kkalau dia sudah dewasa," pungkasnya.


(fem/a2s)











































