Sepatu yang dilabeli Kobe 9 itu mirip dengan alas kaki para petinju, khususnya karena Nike selaku pembesutnya menggunakan "teknologi Flyknit", dengan memberlakukan potongan sepatu yang tinggi (high cut) untuk memberikan dukungan buat engkel.
Sudah cukup lama Kobe tak memilih potongan sepatu dengan model high cut. Tujuh sepatu Kobe yang dirilis oleh Nike sebelum ini memunculkan model high cut hingga mid cut. Sejak 2009, saat merilis Nike Zoom Kobe VI, ia memang lebih mulai menyukai sepatu berpotongan rendah, konon demi fleksibilitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya saat itu bersama Pacquiao, melihatnya berlatih untuk persiapan pertandingan. Saya lihat ke bawah dan memperhatikan sepatu tinjunya. Saya bergumam, apa ini bisa digunakan? Dan waktunya saat itu tepat sekali," tutur Kobe dalam konferensi pers yang dilansir Bleacher Report.
Sepatu Kobe 9 ini juga santer diduga sebagai respons Nike atas cedera Achilles Kobe--awal tahun ini ia memang harus menjalani operasi di bagian otot Achilles kaki kirinya--walaupun Nike menepis dugaan tersebut.
"Kami memulai proyek ini hampir dua tahun dan enam bulan lalu," kata Erick Avar selaku bos desain Nike.
"Ide untuk menggunakan high top, lebih kepada high top yang dinamis, adalah sesuatu yang memang sudah kami kerjakan. Cedera Achilles-nya memang sangat disesalkan tapi cedera itu bisa terjadi kepada siapa saja dengan sepatu apapun," imbuhnya.
Sepatu baru Kobe ini rencananya bakal dirilis ke publik pada bulan Februari tahun depan dengan banderol 225 dolar AS (sekitar Rp 2,6 juta) di Amerika Serikat.
(fem/krs)










































