Salon dan dokter estetika tak lagi hanya menjadi langganan para perempuan. Raphael Maitimo dan Vamiga Michel termasuk atlet pria yang rela merogoh kocek untuk memoles penampilan.
Gelandang Mitra Kutai Kertanegara Raphael Maitimo dan pebasket NBL Indonesia Vamiga Michel sepakat, penampilan oke sudah menjadi bekal wajib untuk atlet di masa kini. Tapi keduanya enggan jika disebut pria metroseksual.
Maitimo memang tak doyan ke salon. Dia juga tak punya langganan dokter kecantikan. Kebetulan, kulit wajah gelandang 30 tahun itu tak punya masalah apapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada penanganan khusus, saya tidak membutuhkan itu, hehehe," kata Maitimo kepada detikSport beberapa waktu lalu.
Tapi soal berbusana Maitimo tak bisa cuek. Dia harus tampil oke di depan publik. Dia senang tampil "berwarna", bahkan saat pertandingan.
"Buat saya modis itu keharusan. Fashion sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari. Saya mencoba untuk tampil oke dengan gaya saya tentunya," kata Maitimo.
"Sepatu dan jersey sebisa mungkin matching. Kalau di luar lapangan saya senang dengan gaya sporty dengan kombinasi yang pas antara atasan dan bawahan. Saya senang dengan warna-warna yang berbeda-beda, tidak monoton," jelas Maitimo.
Tapi, penampilan oke itu punya satu syarat mutlak. Kalau yang satu itu tak terpenuhi, Maitimo menjamin, sebagus dan semahal apapun pekaian tak akan terlihat keren.
"Harus sehat. Selain itu wajib menjadi diri sendiri," tegas Maitimo.
Vamiga yang mempunyai kulit sensitif mengakui punya jadwal rutin ke dokter kulit. Shooting guard kelahiran 20 Oktober 1992 itu mempunyai musuh yang setara tapi berbeda dibandingkan atlet-atlet outdoor."Kami malah bermain dalam ruangan ber-AC yang tertutup. Kalau kulit sensitif akan mudah banget berjerawat. Seperti saya," kata Miga.
Nah, karena kulit sensitif, pemain yang punya tinggi badan 192 centimeter itu mempunyai dokter langganan. Sejauh ini pemusnahan jerawat menjadi penanganan yang sering dilakoni dia.
"Kalau ke salon enggak, tapi untuk jerawat kalaupun harus facial ya saya jalani. Dokter juga kasih obet khusus yang harus dipakai, jadi harus rutin berkunjung ke dokter," jelas pemain yang musim lalu bermain untuk Satria Muda Britama itu.
Lagipula Miga menyadari seorang atlet harus tampil segar di hadapan fans. Tak hanya ketika atlet tampil di lapangan tapi juga di luar lapangan.
"Di lapangan, jersey, kaos kaki, sampai sepatu harus diperhatikan biar enggak saling nabrak dengan jersey. Itu tambahan obat pede," beber penyuka warna biru gelap, putih dan abu-abu itu. (fem/a2s)











































