Demi Sponsor dan Samai Lin Dan, Axelsen Kursus Bahasa Mandarin

Demi Sponsor dan Samai Lin Dan, Axelsen Kursus Bahasa Mandarin

- Sport
Kamis, 05 Mar 2015 13:30 WIB
Demi Sponsor dan Samai Lin Dan, Axelsen Kursus Bahasa Mandarin
Lars Ronbog / FrontZoneSport via Getty Images
Birmingham - Tak butuh waktu lama bagi pebulutangkis Denmark Viktor Axelsen untuk bersaing di level senior setelah sukses jadi juara dunia junior. Demi raihan prestasi yang makin oke dan menggaet sponsor Asia, pemain 21 tahun itu juga belajar bahasa mandarin.

Axelsen membuat kejutan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2010. Dia menjadi pebulutangkis Eropa pertama yang meraih titel juara di ajang tersebut.

Di tahun kelima sejak meraih juara itu, Axelsen naik kelas ke level senior. Tak butuh waktu lama, kariernya melesat dan kini sudah jadi pebulutangkis kesembilan dunia. Kariernya cukup menjanjikan dengan salah satunya meraih peringkat ketiga kejuaraan Dunia 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, dia menyadari bulutangkis masih berpusat di Asia. Terutama para pemain tunggal putra top, seperti Lin Dan. Bahkan Lee Chong Wei juga berkomunikasi dengan bahasa mandarin. Nah, demi mendongkrak prestasinya Axelsen berniat untuk tinggal di Negeri Tembok Raksasa terebut. Selain itu, dia juga melihat peluang sponsor di Asia. Dia pun menambah kemampuan berkomunikasi dengan kursus bahasa mandarin.

"Aku mulai belajar menjelang Tahun Baru 2014. Aku minta pertimbangan kepada mantan pelatihku dan dia pikir kalau ide untuk belajar itu sungguh bagus," kata Axelsen seperti dikutip Reuters.

"Aku ingin memulai hal baru dan sejak itu aku bisa mendapatkan manfaat. Dari pekan ke pekan berikutnya kemampuanku makin bagus dan aku berharap itu bisa membantu membuka pintu ke sponsor Asia dan terkait bulutangkis itu.

"Mungkin aku akan tinggal di Asia, tapi lihat nanti di mana saya akan tinggal. Sungguh menarik belajar bahasa yang digunakan oleh banyak orang di dunia. China juga negara yang penuh peluang. Itulah motivasi lain sampai aku kursus," beber Axelsen.

Selain mengambil kelas kursus, Axelsen juga belajar lewat media sosial. Dia mempunyai akun di Weibo, jejaring sosial twitter versi China. Bahkan dia bertekad untuk lancar menulis dengan huruf China.

"Aku senang melakukan apa yang aku mau dan ini salah satu yang spesial. Memang sih mereka akan menertawakanku ketika aku salah, tapi itu kan bagian dari proses. Aku tak malu untuk bicara dan seperti itulah cara belajar sebuah bahasa bukan?" ujar dia.

Di ajang All England Super Series Masters yang sedabg bergulir pekan ini, Axelsen masih melaju ke babak kedua. Dia mengalahkan pebulutangkis Hong Kong Wong King Ki Vincent di babak pertama. Dia kemudian ditantang Scott Evans dari Irlandia.

(fem/nds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads