Jenson Button Masih Dihantui Insiden Perampokan Awal Bulan Ini

Jenson Button Masih Dihantui Insiden Perampokan Awal Bulan Ini

Kris Fathoni W - Sport
Sabtu, 22 Agu 2015 12:03 WIB
Jenson Button Masih Dihantui Insiden Perampokan Awal Bulan Ini
Getty Images/Charles Coates
Spa - Dua pekan lalu Jenson Button mendapat musibah kemalingan. Hal itu masih menghantui dirinya, apalagi insiden serupa pernah nyaris ia alami bertahun-tahun silam.

Button kemalingan ketika dirinya dan sang istri, Jessica, tengah bermalam di sebuah vila privat di kawasan selatan Prancis. Pelaku perampokan, yang diduga menggunakan gas bius, di antaranya menggondol cincin pertunangan senilai 300 ribu.

"Sudah pasti Anda jadi lebih waspada," kata Button seperti dikutip Reuters.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar lima tahun lalu pebalap F1 untuk tim McLaren itu juga mengalami musibah serupa ketika dirinya menjadi korban percobaan perampokan bersenjata di luar sirkuit Interlagos, Brasil.

"Aku juga mengalami hal seperti itu di Brasil. Tentu ada kerisauan sehingga kami harus mengambil tindakan-tindakan agar bisa merasa lebih aman," ucapnya.

"Jejaring sosial senantiasa memunculkan hal tersebut dan sekarang kami tidak lagi beraktivitas dalam jejaring sosial terkecuali sudah ada di rumah kami di Monaco," jelas Button.

Menurut pria yang pekan lalu menenangkan diri di Jepang bersama istri dan keluarga itu, rasa trauma yang ditimbulkan oleh insiden perampokan di awal bulan ini lebih besar ketimbang sudah kehilangan barang-barang berharga.

"Tidaklah menyenangkan tahu ada seseorang yang masuk kamar tidur Anda, merogoh-rogoh laci yang letaknya cuma 10cm dari kepala istri Anda. Itu bagian yang menyeramkannya," aku Button.

"Uang dan perhiasan bisa digantikan. Memang menyakitkan karena nilai sentimental barang-barang seperti cincin pertunangan, tapi itu bisa digantikan. Kesehatan kami tidak," tuturnya.

Button kemudian juga menjelaskan lebih lanjut mengenai insiden perampokan yang menimpanya. "Salah satu opsir yang bicara kepada kami menduga kami dibius dengan gas. Buat kami bukan itu masalahnya."

"Intinya ada yang merampok rumah yang sedang kami tinggali dan tidak penting apa kami dibius atau tidak. Yang terpenting kami aman dan baik-baik saja, walaupun aneh sekali kami saat itu tidak menyadari apa yang terjadi," beber Button.

(krs/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads