DetikSport
Kamis 23 Juni 2016, 22:51 WIB

Gelar Bukber, Menpora Juga Curhat soal Berat Badan dan Jadi Biduan Dadakan

Mercy Raya - detikSport
Gelar Bukber, Menpora Juga Curhat soal Berat Badan dan Jadi Biduan Dadakan Foto: detikSport/Mercy Raya
Jakarta - Bulan suci Ramadan di antaranya diisi dengan menahan lapar dan haus, sedari imsak sebelum adzan Subuh sampai dengan berkumandangnya adzan Magrib. Tapi tak jarang ada yang berat badannya bertambah. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, salah satunya.

Hal itu terungkap dari pernyataan Imam sendiri di tengah-tengah acara buka puasa bersama (bukber) yang ia gelar di kediamannya di Jalan Widya Chandra, Jakarta Kamis (23/6/2016).

"Aduh (bukannya turun berat badan tapi) justru malah tambah dua kilo," kata Imam.

"Terakhir berapa berat badannya? Waduh, lupa juga saya berat badan terakhir berapa. Soalnya sudah lama tidak timbang. Ini kata istri saya," lanjutnya seraya tertawa.

Naiknya berat badan tersebut, sebut Imam, tidak lepas dari sedikit perbedaan aktivitas dan rutinitas yang ia lakukan di bulan Ramadan ini.

"Biasanya saya kalau malam sudah tidak makan lagi, tetapi ini kan ada sahur, setelah itu tidur. Nah ini yang saya kira tidak boleh terulang," ujar Imam.

"Selain itu, biasanya saya kalau sore olahraga sekarang di bulan ramadan selalu menghadiri undangan buka puasa di mana. Sehingga hal rutin yang biasa saya lakukan harus tertunda," tambahnya.

Acara buka puasa di kediaman Imam ini sendiri dimulai pukul 16.30 WIB. Turut hadir tiga menteri lain, yaitu Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Jaafar, Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Menariknya, mereka sempat jadi kuartet biduan dadakan. Tembang "Syahdu", yang pernah dipopulerkan penyanyi Rhoma Irama dan Rita Sugiarto, didendangkan keempat menteri itu.

Acara itu juga dihadiri Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. Hadir pula sejumlah tokoh pengusaha, salah satunya Hasani Abdul Ghani dari Mahaka Grup.

"Pertama buka puasa saya niati untuk silaturahmi agar lebih dekat lagi antar menteri, antar sahabat, teman-teman di kantor. Saya juga undang teman-teman dari PKB, NU, untuk lebih dekat lagi karena bulan ramadan ini adalah momen yang tepat untuk mempebanyam teman dan saudara," kata Imam dalam dalam sambutannya.

"Tadi ada kolak, rawon, tahu campur, petis, di sini makanan khas kampung semua. Makanan ini adalah makanan kesukaan saya. Di luar itu, saya minta maaf mungkin saya tadi kurang melayani atau makanan yang akhirya kurang enak. Dan saya juga tahu kalau tadi perjalanan ke sini hujan dan macet, jadi saya terimakasih teman-teman sudah datang semua," tuturnya.



(mcy/krs)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed