Saat Bekam Jadi 'Tren' di Kalangan Atlet Olimpiade

Rossi Finza Noor - Sport
Senin, 08 Agu 2016 17:27 WIB
Foto: Getty Images/Al Bello
Rio de Janeiro - Ada yang berbeda dari penampilan sejumlah atlet renang di Olimpiade Rio 2016. Bukan, bukan dari penampilan, melainkan dari lingkaran gelap kemerahan di punggung dan pundak mereka.

Anda, orang Indonesia, tentu sudah paham itu bekas apa. Ya, itu bekas di-bekam. Di Indonesia, praktik bekam adalah praktik lazim dalam dunia pengobatan alternatif. Warna gelap kemerahan itu sendiri merupakan efek akibat dihisap alat bekam yang berbentuk mangkuk.

Tengok, misalnya, punggung perenang Amerika Serikat, Michael Phelps. Praktik bekam tersebut dimaksudkan untuk memperlancar peredaran darah, kendati --memang-- tidak terlihat elok ketika harus berenang di hadapan ribuan pasang mata.

Ini bukan pertama kalinya teknik bekam digunakan oleh para atlet yang berlaga di Olimpiade. Pada tahun 2008, teknik serupa juga sudah digunakan oleh perenang asal China, Wang Qun.

Getty Images/Jed Jacobsohn


Di AS sendiri, teknik bekam ini juga populer di kalangan selebriti. Dua aktris Hollywoodd, Gwyneth Paltrow dan Jennifer Aniston, juga menggunakan bekam untuk memperlancar peredaran darah mereka beberapa tahun silam.

"Ini adalah salah satu rahasia yang menjaga saya tetap sehat. Jauh lebih baik dari uang yang saya keluarkan untuk hal-hal lainnya," ujar pesenam AS, Alex Naddour, yang juga menggunakan teknik serupa.

Naddour mengungkapkan bahwa ia hanya mengeluarkan 15 dolar AS saja (sekitar Rp 196 ribu) untuk di-bekam. Sementara, pesenam AS lainnya, Chris Brooks, lebih suka untuk melakukannya sendiri.

Tapi, menurut profesor David Colquhoun, praktik bekam ini tidak masuk akal sama sekali dari sisi medis.

"Menaruh mangkuk hisap di tubuh mungkin bisa membuat kulit mengerut dan oleh karenanya peredaran darah meningkat. Tapi, ide bahwa ini bisa menjadi solusi medis untuk apa pun itu konyol," kata Colquhoun seperti dilansir The Independent.

(roz/rin)