DetikSport
Sabtu 20 Agustus 2016, 13:34 WIB

Jempol Kaki Pak Menpora

Andi Abdullah Sururi - detikSport
Jempol Kaki Pak Menpora Foto: dok. Humas Kemenpora
Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sempat dilarikan ke rumah sakit saat melakukan kunjungan kerjanya kemarin -- gara-gara cedera jempol kaki.

Ceritanya, pada Jumat (19/8/2016) kemarin Imam meresmikan program Satu Desa Satu Lapangan di Desa Tani Bhakti, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, sekitar pukul 10.30 WITA, yang ditempuh kurang lebih satu jam dari bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Seusai acara, Imam mengeluhkan kondisi kakinya yang semakin dirasa sakit. Menurut cerita asistennya, pada Rabu pagi ia terjatuh di rumahnya saat hendak salat subuh. Jempol kaki kanannya terkilir. Saat memimpin upacara pagi di kantornya, ia mulai tampak kesakitan. Meski demikian, ia tetap melakukan agenda-agenda kerjanya.

Pada Rabu (17/8) malam, misalnya, selepas mengikuti upacara penurunan bendera di Istana, ia langsung meluncur ke selatan Jakarta untuk menemui warga yang sedang menggelar acara 17-an, yang diadakan di lapangan "kampung" di Jln. Kemang Selatan XII.

Sebelumnya, melalui akun twitter-nya (@imam_nahrawi) ia memang berjanji akan mendatangi masyarakat yang di tempatnya mengadakan lomba bulutangkis 17-an. Dan ia menepati janjinya.

Di sana Imam disambut oleh puluhan warga setempat dan ikut menyaksikan pertandingan final nomor ganda putra. Ia juga didaulat bermain badminton --salah satu olahraga kegemarannya. Padahal saat itu jalannya sudah terpincang-pincang lantaran cedera jempol kakinya tersebut. Namun, ia memaksakan diri turun ke lapangan, sekaligus demi "menghibur" warga.

"Jangan tunggal dong, dobel saja. Satu game juga cukup ya," tukas Imam saat memasuki lapangan dan berpasangan dengan remaja bernama Daffa.

Foto: detiksport/a2s

Foto: detiksport/a2s

"Ya grogi lah, Om. Nggak pernah nyangka bisa main sama Pak Menteri," ucap Daffa, siswa kelas 2 SMP, yang hampir sepanjang pertandingan diusik konsentrasinya lantaran terus digoda oleh warga. Daffa juga mendapatkan hadiah berupa jaket training yang dikenakan Imam saat berduet dengannya.

Sehabis pertandingan Imam diserbu warga untuk berfoto bareng. Kebetulan, "PB Kemang" memajang standing banner berupa foto Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang beberapa jam kemudian akan memainkan final Olimpiade-nya melawan pasangan Malaysia. Jadilah mereka berfoto bareng "Owi/Butet".

"Siapa kita?" seru Pak Menteri.
"Indonesiaaaaa!" jawab warga serentak.

Foto: detiksport/a2s

Dari Kemang Imam dan rombongannya bergegas menuju kantor Kemenpora untuk nonton bareng Owi/Butet. Bersama jajarannya, Imam tampak serius dan tegang menyaksikan pertandingan. Dan begitu Owi/Butet menang, matanya berkaca-kaca, lalu sujud syukur bersama Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot S. Dewa Broto.

Atas kemenangan itu -- Indonesia pun meraih medali emas di Olimpiade 2016 -- Imam juga menunaikan nazarnya: cukup kumis dan plontos. Rupanya hal itu diikuti pula oleh Gatot, yang bahkan dicukur sampai licin alias plontos. Imam berada di kantornya sampai persis tengah malam. [Baca beritanya di sini]

Besok pagi pria asal Bangkalan, Madura, itu langsung terbang ke Balikpapan. Rupanya jempol kakinya semakin terasa sakit dan bengkak. Obat penghilang sakit pun sudah tak mempan lagi. Akhirnya, seusai menghadiri acara di Desa Tani Bhakti itulah ia disarankan untuk ke rumah sakit di RS Siloam, karena ia terlihat sudah kepayahan.

Akibatnya, Menpora tak bisa menghadiri dua agenda lainnya di hari itu, yakni penyerahan bantuan alat peraga olahraga dan 100 buku, serta pembukaan/kickoff Liga Santri Nusantara U-18 di Stadion Parikesit, Balikpapan.

Di rumah sakit Imam langsung ditangani oleh lima dokter, yang mengecek semua kondisinya. Kecuali jempol kakinya itu, kondisi Pak Menteri dinyatakan baik-baik saja. Ia pun diberi obat pengurang rasa sakit dan kemudian tertidur selama hampir 5,5 jam.

Foto: dok. Kemenpora

Foto: dok. Kemenpora

"Kita kasih obat yang bisa bikin ngantuk, biar Pak Menteri bisa tidur cukup. Kelihatannya dia juga kurang istirahat," ujar seorang dokter yang menangani bapak tujuh anak itu.

Menurut asisten pribadinya, Miftakhul Ulum, begitu Imam terbangun hal pertama yang ditanyakan kepada dirinya adalah perihal dua agenda yang batal ia hadiri tersebut.

"Dia merasa sangat tidak enak, karena rencananya pada kickoff Liga Santri, ia akan bertemu dan diwawancarai oleh jurnalis anak-anak dari sebuah media. Beliau minta maaf karena batal menemui wartawan-wartawan cilik itu," ujar Ulum kepada detiksport, Sabtu (20/8).

Setelah urusannya di rumah sakit selesai, malam itu juga Imam dan rombongan langsung terbang ke Makassar. Dan sejak tadi pagi ia sudah melakoni dua agenda: (1) menjadi keynote speaker di acara Dies Natalis ke-55 Universitas Negeri Makassar, dan (2) memberikan motivasi kepada 5.200 calon mahasiswa di Universitas Hasanuddin.

"Siang ini beliau akan kembali ke Jakarta. Jempol kanannya, walaupun belum pulih, tapi sudah agak baikan. Paling tidak, kemarin dia ke lapangan pakai sandal, hari ini sudah bisa pakai sepatu (kets), hehehe..." tukas Ulum.

Foto: dok. Kemenpora

Foto: dok. Kemenpora



(a2s/rin)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed