DetikSport
Sabtu 06 Januari 2018, 18:02 WIB

Galang Dana untuk Nenek 86 Tahun, Peraih Emas SEA Games Ini Lakukan Lelang

Mercy Raya - detikSport
Galang Dana untuk Nenek 86 Tahun, Peraih Emas SEA Games Ini Lakukan Lelang Prima Wisnu Wardhana (kiri) bersama Mbah Yati (Foto: dok.Istimewa)
Yogyakarta - Peraih medali emas SEA Games 2017, Prima Wisnu Wardhana, melakukan lelang untuk membantu seorang nenek berusia 86 tahun. Nenek itu sedang terlilit utang.

Mbah Yati, merupakan nenek penjual gado-gado di Sleman, Yogyakarta. Dia tersebut tengah berjuang untuk melunasi hutangnya sebesar Rp 15 juta.

Prima memutuskan untuk melelang alat panahnya yang sudah tidak terpakai setelah melihat akun Instagram milik rekannya, seorang vloger makanan, @dyodoran. Akun itu menampilkan sosok Mbah Yati, seorang nenek penjual gado-gado yang hidup seorang diri.

Prima merasa tersentuh dan segera mencari tahu terkait keberadaan nenek bernama Mbah Yati tersebut.

"Yang saya salut dari Mbah Yati adalah meski usianya sudah 86 tahun tapi pendengaran, jalan, bicara, masih lancar semua. Saya merasa kok hebat sekali. Dia juga sempat bilang tak mau mengemis dan ikut anak. Dia bilang jika masih bisa jualan ya akan tetap jualan," Prima berkisah terkait kegiatan lelangnya kepada detikSport, Sabtu (7/1/2018).

"Saat itu saya langsung teringat dengan perjuangan ibu dan semakin bersyukur sekali karena apa saya dapatkan ternyata masih banyak yang membutuhkan."

Galang Dana untuk Nenek 86 Tahun, Peraih Emas SEA Games Ini Lakukan LelangFoto: dok.Istimewa


"Karena itu, setelah bertemu Mbah Yati dan melihat keadaannya, saya dan teman-teman yang datang ke warungnya berinisiatif untuk membantu Mbah Yati salah satunya dengan lelang alat-alat panah kami yang sudah tidak terpakai," kata dia lagi.

"Alhamdullilah lelang yang sudah dimulai sejak Sabtu pagi membuahkan hasil. Dua alat panahan berupa alat bidik laku dengan harga Rp 800 ribu. Sampai sore ini kira-kira uang yang terkumpul sudah hampir mencapai Rp 3 juta," kata Prima.

Di luar lelang, Prima juga berencana untuk melakukan bersih-bersih warung dan pemasangan banner untuk warungnya. Agar bisa merangkul semuanya, Prima juga mengunggah kisah Mbah Yati di akun Instagram dan Facebook miliknya.

"Ya, saya mengajak, mungkin teman-teman lain semisal punya sedikit rezeki bisa menyisihkan untuk Mbah Yati karena harusnya pada usianya dia menikmati hidup tapi dia harus jualan guna menutupi utangnya," kata Prima.

"Beliau juga masih harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Beliau tinggal seorang diri di rumahnya yang hanya seluas 3x10 meter, beralamat Jl. Kaliurang km 6.5 (depan batalyon 403)," ujar Prima.

Dia berharap, Mbah Yati bisa terus diberikan kesehatan. "Sehat terus, kemudian warungnya juga ramai lagi karena semakin ke sini banyak pesaingnya sehingga warungnya sepi. Semoga dengan ditampilkan di sosial media bisa kelihatan karena tempatnya cukup terpencil," dia mengungkapkan.



(mcy/cas)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed