Neviere, Perempuan di Sisi Baghdatis
Senin, 30 Jan 2006 10:47 WIB
Jakarta - Ada yang mencuri perhatian saat Marcos Baghdatis berlaga. Bukan bonek Yunani yang berisik, tetapi seorang gadis cantik yang kerap disorot kamera. Camille Neviere. Demikian nama gadis cantik berusia 18 tahun itu. Neviere adalah kekasih Baghdatis yang juga anak tiri Guillaume Payre, pelatih petenis asal Siprus itu sekarang. Melihat wajah cantik dan perawakannya, tak salah jika banyak orang menebak dia berprofesi sebagai model. Memang di profesi ini namanya belum terlalu tenar, tetapi model asal Prancis itu sedang menuju kesana. Sejak kekasihnya tampil mengejutkan di Australia Terbuka wajah Neviere makin akrab dengan pemirsa televisi. Maklum tiap kali Baghdatis berlaga dia memang selalu berada di sisi lapangan dan memberikan dukungan penuh. Ketika kekasihnya melakoni pertarungan super melelahkan melawan unggulan ketujuh Ivan Ljubicic di perempat final tangan Neviere tampak menggengam rosario. Berdoakah dia? Sepertinya begitu. Dan doa yang dipanjatkan kekasihnya tampaknya betul-betul manjur. Tidak heran Baghdatis betul-betul memujanya. "Kehadiran Camille sangat penting buat saya," aku mantan juara Australia Terbuka yunior 2002 ini dalam wawancaranya dengan Reuters. "Camille sungguh hebat. Dan dia banyak membantu saya. Kami melakukan banyak hal menyenangkan bersama-sama dan itu membuatnya hebat," tukasnya. Sayang meski Neviere datang memberi dukungan, Baghdatis gagal meraih gelar grand slam pertamanya. Di final pemuda flamboyan ini ditekuk unggulan utama Roger Federer. Foto: Baghdatis beruntung didampingi perempuan secantik Nevierre (ist) (mel/)











































