Sharapova Jadi Duta PBB
Kamis, 15 Feb 2007 08:12 WIB
New York - Popularitas, kekayaan, dan kecantikan mungkin bisa membantu dunia untuk memerangi kemiskinan penduduknya. Paling tidak, demikian harapan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan merekrut Maria Sharapova.Ya. Petenis nomor satu dunia itu diangkat menjadi duta Program Pembangunan PBB (UNDP). Ia diperkenalkan kepada publik di markas PBB di New York, Rabu (14/4/2007).Sebagai "tanda jadi" dirinya sebagai duta UNDP, Sharapova menyumbang 100 ribu dolar atau sekitar Rp 906 juta untuk membantu delapan proyek pemulihan daerah di Belarusia, Rusia, dan Ukraina yang masih terkena imbas bencana nuklir Chernobyl pada 1986."Langkah pertamaku adalah fokus pada kawasan yang terkena dampak Chernobyl, di mana keluargaku berasal," kata perempuan cantik asal Rusia itu, dikutip AFP. "Saat ini ancaman terbesar untuk kalangan muda di daerah Chernobyl adalah kemiskinan dan sedikitnya kesempatan kerja."Orangtua Sharapova pindah dari Gomel, Belarusia, ke Siberia, Rusia, pada 1986 setelah bencana nuklir paling mengerikan itu terjadi. Ia sendiri baru lahir setahun kemudian di daerah Nyagan, Rusia.Pada 1995 keluarganya bermigrasi ke Amerika dan menyekolahkan Sharapova ke sebuah akademi tenis terkenal. Hingga kini ia berdomisili di Negeri Paman Sam, tapi tetap menyandang status kewarganegaraan Rusia.Salah satu tugas Sharapova sebagai duta UNDP adalah mempromosikan program internasional "Millenium Development Goal" yang menyangkut aspek-aspek pendidikan, kesehatan, hak-hak wanita, dan sanitasi.Dari kalangan olahragawan Sharapova bergabung dengan tiga duta UNDP lain dari cabang sepakbola, yakni Ronaldo, Zinedine Zidane, dan Didier Drogba. (a2s/din)











































