'Ayo Tunjukkan Hidup Itu Indah'
Selasa, 14 Agu 2007 17:07 WIB
Cardiff - Posisi sebagai duta PBB bukan hanya sekadar status bagi Maria Sharapova. Di sela-sela waktunya yang sangat sedikit di luar lapangan, petenis jelita itu mengabdikan dirinya untuk kegiatan sosial.Sharapova tidak lupa dengan akarnya. Sebelum menjadi superstar, ia adalah anak dari keluarga terbatas. Bersama ayahnya, Sharapova pindah ke Florida saat usianya 9 tahun. Ibunya baru menyusul dua tahun kemudian karena keterbatasan dana.Salah satu kondisi sulit yang dialami keluarganya ialah ketika reaktor nuklir di Chernobyl, Ukraina, bocor 21 tahun lalu. Sharapova masih di kandungan sang ibu, Yelena. Kota asal mereka yakni Gomel -bagian barat Uni Soviet-, hanya berjarak 80 mil dari Chernobyl. Terpaksa mereka pindah ke Nyagan, Siberia, tempat Sharapova kemudian lahir.Gomel merupakan salah satu daerah yang paling menderita akibat tragedi Chernobyl. Sharapova bahkan menyatakan sebagian keluarganya ada di sana, termasuk kakek dan neneknya."Banyak keluarga yang tidak bisa mengungsi karena tidak tahu mau ke mana. Kakek dari ibu saya saat itu bekerja di Siberia, itulah alasan kami memiliki tujuan yang lebih jelas," kenang petenis yang bakatnya ditemukan oleh Martina Navratilova itu.Setelah 20 tahun berlalu, Sharapova memiliki kesempatan kembali ke Chernobyl. Bukan hanya mengunjungi, tetapi melakukan kegiatan sosial yang lebih berarti sebagai duta PBB."Ini adalah tahap awal dari apa yang ingin saya lakukan. Saya ingin mengunjungi fasilitas yang mereka bangun untuk anak-anak seperti laboratorium komputer dan rumahsakit," ungkapnya.Bagi seorang duta PBB, ongkos perjalanan mereka tanggung sendiri. Gaji satu juta dolar AS untuk mereka hanyalah simbol. Namun tentu saja itu bukan masalah bagi wanita yang pendapatannya mencapai sembilan juta dolar AS dari hadiah turnamen yang diikutinya. Angka tersebut akan jauh lebih besar jika dihitung pemasukan dari iklan dan sejenisnya.Tentu saja tiap kunjungan yang dilakukannya tidak akan lama. Dalam setahun, Sharapova hanya memiliki 28 hari di luar latihan, kompetisi. Tetapi waktu yang sedikit itu pun harus dibagi untuk kegiatan sosial juga foto sponsor.Sebelum menjadi duta PBB pun Sharapova sudah biasa melakukan kegiatan sosial, khususnya di daerah asalnya. Saat terjadi tragedi penyanderaan di sebuah sekolah di Beslan tahun 2004 yang menewaskan 334 orang dan sebagian besar anak-anak, Sharapova menyumbang hadiah yang diperolehnya di turnamen penutup WTA.Saat ditunjuk sebagai duta PBB Februari lalu pun, Sharapova mendonasikan 100 ribu dolas AS untuk membantu pembangunan Chernobyl."Banyak hal lain yang ingin saya lakukan dalam hidup saya. Saya ingin membuka sekolah tenis untuk anak-anak di kampung halaman saya di Sochi. Jika Anda bisa menolong beberapa orang dan membuat mereka tersenyum dan menyadari hidup itu indah, maka hal itu lebih berarti daripada membeli sepasang sepatu."Foto: Maria Sharapova (Chinadaily). (lom/din)











































