Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan ikut kecewa melihat Cristiano Ronaldo gagal membawa Portugal melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026. Meski idolanya tersingkir, Alwi menegaskan Ronaldo tetap menjadi pemain terbaik sepanjang masa atau GOAT (Greatest of All Time) versinya.
Portugal harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak 16 besar. Kekalahan itu sekaligus mengubur harapan Ronaldo untuk meraih trofi Piala Dunia yang belum pernah ia menangkan sepanjang kariernya. Alwi mengaku ikut merasakan kesedihan melihat perjuangan sang idola berakhir.
"Sedih banget sih saya. Jujur saya sedih banget kayak kasihan lah. Dari kemarin mungkin ya banyak pressure yang especially Ronaldo hadapi," ujar Alwi saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Rabu (8/7/2026).
"Tapi ya mungkin dia juga sudah berusaha semaksimal mungkin. Dia tetap akan menjadi Cristiano yang sama sih. Mungkin dia enggak bawa Piala Dunia tapi nggak menjadikannya dia nggak hebat juga gitu," lanjutnya.
Baca juga: Dan Ronaldo pun Menangis |
Alwi juga sempat melontarkan candaan kepada rekan-rekannya di Pelatnas yang mengidolakan Lionel Messi, salah satunya Shohibul Fikri.
"Jadi ya mungkin untuk fans Messi, especially Shohibul Fikri, semalam teriak-teriak dibangunin orang," candanya sambil tertawa.
"Tapi ya bagi saya GOAT saya tetap Ronaldo saja sih."
Alwi Farhan. Foto: Mercy Raya/detikcom |
Terinspirasi Mentalitas Ronaldo
Juara Indonesia Masters 2026 itu mengaku sudah mengidolakan Ronaldo sejak kecil. Kecintaannya terhadap Manchester United membuatnya mengikuti perjalanan karier sang megabintang sejak lama.
Menurut Alwi, bukan hanya kemampuan di lapangan yang membuat Ronaldo menjadi panutan, tetapi juga etos kerja, disiplin, dan mentalitasnya menghadapi tekanan.
"Childhood hero banget sih Kak. Saya melihat mentalitasnya yang berbeda saja sih. Dia sangat-sangat amat menginspirasi saya. Kalau mungkin media notice, ya saya banyak masukin foto Ronaldo juga di postingan saya karena saya se-mengidolakan itulah," kata Alwi.
"Etos kerjanya, cara dia disiplinnya. Memang Messi bagus, tapi menurut banyak orang lebih relatable ke Cristiano Ronaldo karena dari dulu hidupnya susah, papanya meninggal tapi ya dia masih bisa survive. Dia bisa menghadapi pressure sebesar itu, nggak ngegolin di match pertama, bisa dua gol di match kedua. Ya itu bedalah, beda gitu," tegasnya.
(mcy/krs)











































