Olahraga Slowpitch Kian Berkembang di Jakarta

Olahraga Slowpitch Kian Berkembang di Jakarta

Randy Prasatya - Sport
Kamis, 27 Agu 2026 01:30 WIB
Olahraga slowpitch mulai banyak peminat di Jakarta. Personel band rock asal Amerika Serikat, The Flaming Lips, bahkan ikut turun langsung ke lapangan bersama komunitas The Panthers.
Personel band The Flaming Lips bersama komunitas The Panthers. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Olahraga slowpitch mulai banyak peminat di Jakarta. Personel band rock asal Amerika Serikat, The Flaming Lips, bahkan ikut turun langsung ke lapangan bersama komunitas The Panthers.

Pertemuan lintas negara dan lintas kultur tersebut berlangsung secara spontan melalui aplikasi olahraga Reclub, platform yang memungkinkan para pegiat olahraga menemukan jadwal permainan dan bergabung dalam sesi pickup match yang terbuka.

Alih-alih sekadar menikmati waktu luang di sela aktivitas konser, para personel The Flaming Lips memilih cara yang cukup unik untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal: bermain baseball bersama komunitas Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

The Panthers merupakan komunitas slowpitch kasual di Jakarta yang berawal dari para orang tua pemain Teladan Tigers, tim Little League yang berbasis di Jakarta. Dalam perkembangannya, The Panthers menjadi salah satu contoh bagaimana ekosistem slowpitch tumbuh secara organik di Jakarta.

Pertumbuhan berbagai komunitas dan kompetisi, termasuk The Senayan Slowpitch League (SSL), ikut memperkenalkan slowpitch kepada kelompok masyarakat yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

Pegiat dan pecinta slowpitch Indonesia, Hans Siregar, menyambut positif perkembangan tersebut. Menurutnya, pertumbuhan komunitas slowpitch menunjukkan bahwa olahraga ini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban.

Terlebih, saat ini mulai muncul perhatian yang lebih serius terhadap slowpitch melalui hadirnya Komisi Slowpitch dalam kepengurusan Perbasasi Jakarta (Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia).

"Ketersediaan lapangan menjadi salah satu kunci. Kalau masyarakat punya tempat yang memadai untuk bermain, komunitas akan tumbuh dengan sendirinya," kata Hans dalam keterangan persnya.

Hans juga menilai pengelolaan kawasan olahraga terpadu seperti Gelora Bung Karno (GBK) dapat menjadi contoh pemanfaatan ruang publik untuk berbagai cabang olahraga.



(ran/yna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads