Selama ini, dalam setiap pertandingan yang dilakoni Sharapova, figur yang kerap dibidik kamera televisi adalah sesosok laki-laki paruh baya berwajah keras, yang sulit ditemukan dari bibirnya sebuah senyuman. Itulah Yuri Sharapov, sang ayah yang juga pelatihnya, yang membawa anaknya pindah ke Amerika saat berusia tujuh tahun.
Tapi kini orang mungkin ingin melihat sosok lain di sisi Sharapova -- selain Yuri --, walaupun sebagian bisa saja "patah hati" di buatnya. Faktanya, status wanita Rusia berusia 20 tahun itu tetap jomblo -- persisnya "high quality jomblo".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancaranya dengan majalah Jerman Vanity Fair baru-baru ini, Sharapova membuka sedikit tirai kehidupan pribadinya. Tentang laki-laki dan cinta. Ehem.
"Sepanjang karirku aku sering naksir orang, tapi aku tak percaya itu cinta yang sesungguhnya," kata si pirang yang berpenghasilan lebih dari 20 juta dolar AS per tahun, atau lebih dari Rp 15 miliar per bulan itu.
"Mungkin dalam lima tahun ke depan aku baru bisa memastikan itu. Kupikir, triknya adalah jangan mencari cinta," sambung dia seperti dikutip dari AFP.
Sharapova juga memberi rambu tertentu bagi siapapun yang ingin menjadi calon suaminya di masa mendatang. Apa itu? Tidak gampang cemburu pada "kesayangannya" yang lain. Siapa?
"Kalau aku bisa mencintai seorang laki-laki sebesar cintaku pada anjingku, maka orang itu akan punya satu masalah besar karena aku akan ke mana-mana dengan anjingku itu," selorohnya tentang peliharaannya yang bernama Dolce.
Ada yang siap?
(a2s/krs)











































