"Tebak tahun berapa gue pertama punya tato? Kelas tiga SMP," sahut Moreno penuh semangat ketika dikorek detiksport soal tato yang terlihat menyembul dari lengan kanannya. "Parahnya lagi waktu itu gue bikin ini tato sendirian, pakai jarum sama mesin buat tamiya," lanjut dia.
Diungkapkan Moreno, faktor lingkungan membuatnya tertarik memiliki tato. Bukan dari rumah tentunya, kediaman yang kebetulan dekat dengan sasana tinju di mana banyak petinju yang mentato tubuhnya jadi awal ketertarikan adik Ananda Mikola itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal seni melukis tubuh, Moreno mengakui sangat menyukainya. Meski begitu dia juga tak asal membuat, keempat tato tersebut punya makna masing-masing.
"Yang ini (di lengan) sih abstrak aja, tau deh tribal atau bukan hahaha....Berkesan aja karena bikinnya waktu kecil sama temen-temen gue. Kalau yang ini (di perut bergambar kalajengking), ini bintang gue. Yang di dada kanan tulisan nama keluarga ("Suprapto"). Ini sengaja gwe taruh sini karena gue pernah mengalami cedera parah di sini, jadi semacam keberuntunganlah."
"Yang terakhir di punggung gambarnya bintang. Itu karena gue suka sama sosialis," beber pembalap yang nyaris kehilangan nyawanya saat berlaga di F3 Asia di Sirkuit Sentul tahun 2006 lalu.
Memiliki empat tato sudah dirasa cukup buat Moreno yang mengaku tak akan menambah jumlah tatonya. "Paling dibagusin aja yang di lengan. Sakit sih ditato," pungkas pembalap yang dua kali gagal finish di Speedcar pekan lalu itu. (din/a2s)











































