Indonesia berada dalam posisi sulit setelah kalah 0-3 dari Vietnam di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Hasil itu membuat tim asuhan John Herdman untuk sementara turun ke peringkat ketiga Grup A dengan koleksi enam poin.
Sementara itu, Vietnam dan Singapura sama-sama mengoleksi tujuh poin di posisi pertama dan kedua. Karena itu, duel melawan Singapura menjadi laga hidup-mati bagi Indonesia.
Menurut Alief, kualitas pemain Indonesia sebenarnya masih berada di atas Singapura. Namun, Garuda harus mewaspadai permainan cepat lawannya, terutama saat melakukan transisi.
"Kalau menurut saya lawan Singapura, secara prediksi kita bisa menang. Karena lagi-lagi kualitas kita jauh di atas Singapura. Dan kalau kita melihat Singapura lawan Vietnam, sebenarnya mereka tidak bagus-bagus amat," kata Alief saat dihubungi detikSport.
"Tapi mereka (Singapura) mainnya ngotot dan mereka punya transisi yang cepat. Nah sementara di lini tengah, ini juga jadi masalah. Transisi kita lambat," ujarnya menambahkan.
Jangan Biarkan Ruang Terbuka
Alief menilai kekalahan dari Vietnam menjadi pelajaran penting bagi Timnas Indonesia. Menurutnya, Garuda terlalu terbuka sehingga Vietnam leluasa mengeksploitasi ruang kosong, termasuk saat mencetak gol melalui umpan-umpan terobosan.
"Banyak ruang kosong dan itu yang dieksploitasi sama Vietnam. Nah ini harusnya tidak boleh terjadi. Mohon maaf ya bukan membandingkan, tapi kalau di era Shin Tae-yong itu kan selalu mengingatkan (jarak) antara pemain. Untuk selalu menjaga jarak," tutur Alief.
Ia juga meminta John Herdman memperkaya variasi taktik dan memperbaiki organisasi permainan, terutama saat bertahan.
"Nah ini jarak antara pemain terlalu jauh kita. Jadi yang kanan di kanan, yang kiri di kiri. Seharusnya membentuk pertahanan grup, bisa segitiga, segimpat, bahkan mungkin segi lima. Dan ini harusnya dilakukan nanti melawan Singapura, sebagai bahan evaluasi," tutur pria yang pernah membawakan siaran langsung pertandingan sepakbola di televisi swasta pada era 2000-an itu.
Laga melawan Singapura akan menjadi penentu langkah Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Kemenangan menjadi harga mati jika Garuda ingin melanjutkan perjuangan ke babak semifinal.
(mro/krs)
