Wasit asal Somalia Omar Artan gagal bertugas di Piala Dunia 2026 usai dideportasi dari Amerika Serikat. Dia sempat ditahan di bandara karena dugaan terorisme.
Mimpi Artan menjadi wasit Piala Dunia 2026 harus buyar. Pria berusia 34 tahun itu ditolak masuk ke Amerika Serikat meski sudah mendarat di Bandara Internasional Miami akhir pekan lalu.
Artan tiba di Miami pada Sabtu (6/6/2026) usai terbang dari Turki. Dia diinterogasi oleh petugas perbatasan di bandara selama 11 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menukil New York Post, petugas menginterogasi Artan tentang politik Somalia dan dugaan keterlibatannya dengan organisasi teroris Al Shabaab. Wasit terbaik Afrika 2025 ini juga ditahan di penjara bandara selama beberapa jam.
Omar Artan membantah keterlibatan dirinya dengan Al Shabaab. Dia tetap tak diizinkan masuk AS dan dikirim balik ke Turki.
Direktur Eksekutif Gugus Tugas FIFA dan pejabat Gedung Putih Andrew Giuliani angkat bicara soal penolakan Omar Artan. Dia menilai keputusan pihak imigrasi bandara sudah tepat.
"Meskipun saya tidak dapat membahas detailnya, saya dapat memberi tahu Anda bahwa itu adalah keputusan yang tepat oleh bea cukai dan patroli perbatasan dan saya mendukung keputusan itu," kata Giuliani, dilansir dari New York Post.
🚨🚨| BREAKING: The US say they have 𝐃𝐄𝐍𝐈𝐄𝐃 Somali referee Omar Artan entry for the World Cup over alleged links to 'suspected terror organisation members'. 🚫🇺🇸 pic.twitter.com/wW1WDGk2WP
— CentreGoals. (@centregoals) June 10, 2026
"Siapa pun yang berkomunikasi dengan tokoh-tokoh jahat tidak akan diizinkan masuk," tegasnya.
Somalia memang masuk negara hitam oleh Presiden AS Donald Trump. Gedung Putih mengklaim negara Afrika itu sebagai 'tempat perlindungan teroris' yang mengancam keamanan nasional Negeri Paman Sam.
(bay/raw)
