Timnas Iran tiba di Piala Dunia 2026 memakai pin angka 168 dengan pesan menyentuh. Gestur tersebut rupanya membuat Israel berang. Begini alasannya.
Skuad Iran sudah tiba di Meksiko sejak awal pekan ini. Team Melli dijadwalkan menjalani laga pertama Piala Dunia menghadapi Selandia Baru, Selasa (16/6/2026) di Stadion Los Angeles, Inglewood.
Pemandangan menarik tersaji kala Iran mendarat di Tijuana, Meksiko. Mehdi Taremi cs memakai jas hitam dengan pin emas bertuliskan #168 pada bagian dada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka 168 yang dipakai Timnas Iran merujuk pada jumlah korban serangan militer ke sebuah sekolah di Minab, Iran, pada 28 Februari 2026. Mayoritas korban tewas adalah anak-anak.
Serangan terhadap sekolah tersebut, yang dilaporkan dekat dengan pangkalan Garda Revolusi, telah menuai kritik keras dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi hak asasi manusia. AS dan Israel. yang terlibat konflik militer dengan Iran, menolak bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Aksi solidaritas yang dilakukan Timnas Iran buat para korban serangan di Minab ditanggapi keras Israel. Media Iran International melaporkan, Wakil Ketua Knesset Israel dan Ketua Subkomite Olahraga Simon Davidson mengirim protes resmi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.
Davidson menilai Iran membawa narasi politik ke Piala Dunia 2026 dengan aksi tersebut. Baginya hal itu tidak patut, sekaligus menodai semangat persatuan dan persahabatan internasional di ranah sepakbola.
BREAKING 🇮🇷⚽️
— Brics Times (@Brics_Timesx) June 11, 2026
Iran team arrives at World Cup wearing "168" pins in tribute to Minab schoolgirls killed in strike
The gesture instantly pulls global politics into football's biggest stage
This puts FIFA's neutrality rules under intense pressure like never before
Can sport ever… pic.twitter.com/wR1euHzcfm
"Laporan baru-baru ini tentang penampilan publik tim nasional Iran yang menampilkan simbol dan pesan terkait peristiwa politik dan militer terkini menimbulkan kekhawatiran bahwa narasi politik sedang disuntikkan ke dalam kompetisi olahraga terpenting di dunia," begitu isi surat Davidson kepada Infantino, dilansir dari Iran International.
"Terlepas dari posisi masing-masing individu dalam kontroversi internasional, Piala Dunia harus tetap menjadi tempat untuk olahraga, bukan pesan politik," tegasnya.
Baca juga: 'Piala Dunia 2026 Politis Banget' |
(bay/aff)
