Thomas Partey

Partey Dicekal Masuk Kanada, Absen di Laga Ghana Vs Panama

Adhi Prasetya - detikSport
Jakarta -

Thomas Partey ditolak masuk Kanada jelang laga pertama Ghana di Piala Dunia 2026 melawan Panama di Toronto akhir pekan ini. Kasus asusila yang menjeratnya diduga menjadi alasan.

Partey, yang kini memperkuat Villarreal, didakwa dengan lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan kekerasan seksual pada Juli 2025 oleh Kepolisian Metropolitan London. Kasus-kasus itu terjadi ketika masih memperkuat Arsenal.

Ia kemudian didakwa dua tuduhan pemerkosaan baru pada Februari lalu. Ia menyatakan tak bersalah atas seluruh tuduhan yang dialamatkan padanya. Saat ini ia bebas dengan jaminan, namun delapan kasus yang menjeratnya akan disidang pada Januari 2027.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gelandang 32 tahun itu tetap dibawa Timnas Ghana ke Piala Dunia 2026, namun ia dicekal masuk Kanada dan tak akan tampil dalam laga yang akan berlangsung di BMO Field pada Rabu (17/6) waktu lokal atau Kamis pukul 06.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"FIFA dapat mengkonfirmasi bahwa Thomas Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari markas Timnas Ghana di Boston, AS, ke Kanada untuk laga pertama mereka melawan Panama pada hari Rabu, 17 Juni, karena permohonan visanya telah ditolak pemerintah Kanada," bunyi penyataan FIFA kepada The Athletic.

"FIFA tak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penentuan visa. Seperti pada event FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan diizinkan masuk ke negara tersebut."

Meski tak bisa tampil melawan Panama, Partey bisa bermain melawan Inggris di Foxborough pada Rabu (24/6) pukul 03.00 WIB dan Kroasia di Philadelphia pada Minggu (28/6) pukul 04.00 WIB.

Partey bermain untuk Arsenal pada 2020-2025. Ia pindah ke Villarreal setelah kontraknya tak diperpanjang Arsenal. Pengumuman statusnya sebagai terdakwa terjadi beberapa hari setelah ia berstatus bebas transfer.

Dari delapan kasus yang menjerat Partey, enam yang pertama melibatkan tiga wanita, yang diduga terjadi pada 2021 dan 2022. Sedangkan dua dakwaan terbaru melibatkan seorang wanita dan dilaporkan terjadi pada 2020 silam.


(adp/yna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Komentar

Terkait

Juara Bola Dunia 2026

ADVERTISEMENT